Kalsel Siapkan Dukungan Penanganan Karhutla Kalteng, Titik Api di Daerah Tetap Dikendalikan
in , , ,

Kalsel Siapkan Dukungan Penanganan Karhutla Kalteng, Titik Api di Daerah Tetap Dikendalikan

Kalsel Siapkan Dukungan Penanganan Karhutla Kalteng, Titik Api di Daerah Tetap Dikendalikan

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan dukungan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Pulang Pisau yang masih terdampak kabut asap.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Di saat yang sama, kondisi karhutla di Kalimantan Selatan secara umum masih dalam pengendalian. Sejumlah titik api masih ditemukan, tetapi penanganan terus dilakukan petugas di lapangan.

Kondisi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, saat ditemui di VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (21/9/2026), menyusul kedatangan Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan.

Muhammad Syarifuddin menjelaskan, rombongan Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan semula dijadwalkan menuju Kalimantan Tengah. Namun, bandara di wilayah tersebut tidak dapat digunakan karena tertutup kabut asap.

“Memang sementara ini kasus cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan kondisi Bandara Internasional Syamsudin Noor relatif aman dibandingkan sejumlah bandara di wilayah Kalimantan lainnya.

Menurutnya, sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada pagi hari. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung setiap hari sehingga secara umum penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal.

Terkait kondisi karhutla, Ronny menyebut masih terdapat sejumlah titik api yang aktif dan menghasilkan asap. Seluruh titik tersebut masih dalam penanganan petugas di lapangan.

“Secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” jelasnya.

Penanganan dilakukan melalui pembasahan dan pengairan untuk mencegah api kembali muncul. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan karena api dapat bertahan di bawah permukaan meski bagian permukaan telah terlihat padam.

BPBD Kalsel juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, OMC belum dapat dilaksanakan karena kondisi atmosfer saat ini belum mendukung. Pemantauan bersama BMKG tetap dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan bagi pelaksanaan operasi tersebut.

Di tengah penanganan karhutla di wilayah Kalsel, pemerintah pusat juga berencana meminta dukungan Kalsel untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Wilayah Pulang Pisau menjadi salah satu daerah yang masih terdampak kabut asap. Untuk mendukung operasi tersebut, helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalimantan Selatan.

Ronny mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla lintas wilayah, dengan Kalsel berperan sebagai basis operasional bagi pengerahan helikopter untuk membantu pemadaman di Pulang Pisau.

Tinggalkan Balasan

Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan Dalam Empat Hari

PUPR Kalsel Perluas Pelatihan, Target 375 Tenaga Konstruksi Dikembangkan Setiap Tahun