Kalsel Jadi Sorotan Seskoau, Ketahanan Energi Dinilai Kunci Hadapi Ancaman Global
in , , ,

Kalsel Jadi Sorotan Seskoau, Ketahanan Energi Dinilai Kunci Hadapi Ancaman Global

Kalsel Jadi Sorotan Seskoau, Ketahanan Energi Dinilai Kunci Hadapi Ancaman Global

Banua Tv, Banjarmasin – Ketahanan energi Kalimantan Selatan mulai mendapat perhatian dalam kajian strategis pertahanan nasional. Bukan hanya karena Kalsel dikenal sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga karena wilayah ini memiliki posisi penting dalam rantai pasok energi dan logistik menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Kuliah Kerja Penelitian Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 Tahun Pelajaran 2026 di Kalimantan Selatan, Selasa (1/9/2026).

Mengusung tema “Penguatan Manajemen dan Strategi Ketahanan Energi dalam Menghadapi Perkembangan Lingkungan Strategis Global Guna Mendukung Kebijakan Pertahanan Negara”, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menilai kajian tersebut relevan karena persoalan energi kini tidak dapat dipisahkan dari kepentingan pertahanan. Gangguan terhadap pasokan energi berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk kesiapan operasi pertahanan.

Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kalsel sebagai salah satu lokasi penelitian Pasis Seskoau.
Menurutnya, posisi Kalsel dalam sistem energi nasional dapat dilihat dari tiga peran utama, yakni sebagai daerah sumber energi, pengolah, sekaligus penyalur.

“Kami juga menyampaikan apresiasi atas tema yang diangkat, yaitu penguatan manajemen dan strategi ketahanan energi dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis global guna mendukung kebijakan pertahanan negara,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Kalsel selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara. Namun, potensi energi daerah tidak berhenti pada komoditas fosil. Pemerintah daerah juga melihat peluang pengembangan energi baru dan terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, biogas hingga biomassa yang berasal dari limbah perkebunan.

“Agar penelitian ini memperoleh gambaran yang utuh sejak awal, izinkan saya menyampaikan tiga lapis peran Kalimantan Selatan dalam rantai energi nasional,” katanya.

Peran kedua berada pada sektor pengolahan. Pemerintah Provinsi Kalsel terus mendorong hilirisasi batu bara dan kelapa sawit agar sumber daya alam tidak hanya dikirim sebagai bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Sementara pada sisi distribusi, keberadaan pelabuhan, terminal khusus, alur sungai, jaringan jalan dan bandar udara membuat Kalsel memiliki sistem rantai pasok multimoda yang menghubungkan sumber energi dengan penggunanya.

Posisi tersebut menjadi semakin penting seiring pembangunan IKN. Kalsel berada pada jalur yang mendukung pasokan energi dan logistik menuju kawasan tersebut.

Dalam perspektif pertahanan, keberadaan energi bahkan berkaitan langsung dengan kesiapan operasi militer, termasuk operasi udara.

“Bagi TNI Angkatan Udara, tentu aspek energi sangat penting. Kesiapan operasi udara bergantung pada ketersediaan bahan bakar penerbangan, pasokan listrik, serta keandalan sistem navigasi, komunikasi, dan radar, yang semuanya bertumpu pada energi,” tuturnya.

Namun, kekuatan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketergantungan terhadap energi fosil masih tinggi, hilirisasi belum sepenuhnya menghasilkan nilai tambah optimal, sementara koordinasi antar-pemangku kepentingan masih perlu diperkuat.

“Justru pada titik itulah saya berharap penelitian ini memberi manfaat,” katanya.

Karena itu, para Pasis Seskoau tidak hanya menerima paparan di ruang pertemuan. Mereka juga dijadwalkan melihat langsung sejumlah objek yang berkaitan dengan rantai energi Kalsel.

Lokasi penelitian mencakup pembangkit energi di Tanah Laut dan Riam Kanan, pelaku usaha hilirisasi, hingga pelabuhan dan terminal khusus di Banjarmasin.

“Gambaran di kelas dan ruang paparan dengan kenyataan di lapangan kerap berbeda, dan hasil kaji dari perbedaan itulah yang biasanya paling berguna bagi sebuah penelitian,” ujarnya.

Energi dan Pertahanan dalam Satu Kajian Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Dr. Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., mengatakan penelitian tersebut merupakan bagian dari pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan perwira dalam membaca persoalan strategis secara menyeluruh.

“Ketahanan energi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, para Perwira Siswa perlu melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sumber energi, distribusi, hilirisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi di daerah,” ujar Jorry.

Menurutnya, Kalsel memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan penelitian karena memiliki sumber daya energi sekaligus infrastruktur yang menopang distribusi dan rantai pasok.
Para Pasis diharapkan dapat melihat hubungan antara energi dengan ekonomi, konektivitas wilayah dan kepentingan pertahanan secara lebih utuh.

“Kami berharap para Perwira Siswa dapat memperoleh data yang valid dan gambaran yang komprehensif dari lapangan. Hasil kajian ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan strategis dalam memperkuat ketahanan energi untuk mendukung kepentingan pertahanan negara,” katanya.

Kajian tersebut juga menjadi relevan di tengah perubahan lingkungan strategis global yang semakin kompleks. Menurut Jorry, tantangan pertahanan modern tidak lagi dapat dilihat hanya dari aspek militer, tetapi juga membutuhkan pemahaman lintas sektor.

“Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi wahana bagi para Perwira Siswa untuk belajar langsung dari kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, mereka dapat menghubungkan teori, data, dan kondisi faktual untuk menghasilkan kajian yang memiliki nilai strategis,” ujarnya.

Sekitar 100 Perwira Siswa mengikuti pendidikan Seskoau Angkatan ke-65 Tahun Pelajaran 2026. Selain berasal dari TNI Angkatan Udara, peserta juga melibatkan perwira dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polri serta satu perwira siswa dari Singapura.

Keterlibatan lintas matra dan institusi tersebut diharapkan memperkaya sudut pandang dalam membaca isu ketahanan energi sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Melalui penelitian di Kalsel, Seskoau tidak hanya mengkaji seberapa besar potensi energi yang dimiliki daerah, tetapi juga bagaimana sumber energi tersebut dikelola, didistribusikan dan dijaga keberlanjutannya untuk mendukung kepentingan nasional.

Tinggalkan Balasan

45 Pemuda Kalsel Ikuti Youth Camp, 12 Talenta Terbaik Disiapkan Tembus Level Nasional

Kalsel Diprakirakan Cerah hingga Hujan Ringan, BMKG Waspadai Karhutla dan Gelombang Tinggi