Kadal Terbang Endemik Perkuat Nilai Keanekaragaman Hayati Geopark Meratus
in ,

Kadal Terbang Endemik Perkuat Nilai Keanekaragaman Hayati Geopark Meratus

Kadal Terbang Endemik Perkuat Nilai Keanekaragaman Hayati Geopark Meratus

Banua Tv,Banjarbaru – Monitoring yang dilakukan Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark di Situs Batu Gamping Batu Laki, Kabupaten Hulu Sungai, menghasilkan temuan penting berupa keberadaan kadal terbang (Draco cornutus), satwa endemik Pulau Kalimantan yang menjadi indikator masih terjaganya kualitas habitat alami di kawasan tersebut.

~ Advertisements ~

Temuan itu diperoleh saat tim melakukan pengamatan lapangan sebagai bagian dari kegiatan inventarisasi kondisi situs, potensi geologi, serta kekayaan flora dan fauna yang dimiliki kawasan Batu Gamping Batu Laki.

Biologist Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ramadhan Jayusman, menjelaskan bahwa Draco cornutus merupakan kadal arboreal yang memiliki selaput kulit (patagium) di kedua sisi tubuhnya. Selaput tersebut memungkinkan satwa ini meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya sehingga dikenal sebagai kadal terbang.

“Keberadaan Draco cornutus menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem di kawasan Batu Gamping Batu Laki masih berada dalam kondisi yang baik. Satwa ini sangat bergantung pada tutupan vegetasi yang terjaga, sehingga keberadaannya menunjukkan bahwa habitat alami di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai jenis fauna khas Kalimantan,” ujar Jayusman di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, hasil monitoring tersebut akan memperkaya data inventarisasi keanekaragaman hayati Geopark Meratus yang nantinya dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan konservasi, penelitian, hingga edukasi lingkungan.

“Geopark tidak hanya berbicara mengenai warisan geologi, tetapi juga mencakup keanekaragaman hayati dan budaya yang saling berkaitan. Karena itu, setiap temuan seperti ini memiliki nilai penting untuk memperkuat upaya pelestarian sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan alam yang dimiliki Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Selain memberikan data ilmiah, kegiatan monitoring juga menghadirkan pengalaman lapangan bagi anggota tim. Salah satunya dirasakan Andre Fredly dari Bidang Publikasi Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark yang baru pertama kali melihat kadal terbang di habitat aslinya.

Andre mengaku semula mengira satwa tersebut hanyalah kadal biasa yang berada di batang pohon. Namun saat melihatnya membuka selaput tubuh lalu meluncur menuju pohon lain, ia menyadari keunikan satwa endemik tersebut.

“Saya sempat mengira satwa tersebut hanyalah kadal biasa yang berada di batang pohon. Namun ketika ia membuka selaput di sisi tubuhnya lalu meluncur ke pohon lain, saya benar-benar terkejut. Pengalaman ini memberikan kesan tersendiri sekaligus membuka wawasan saya mengenai kekayaan fauna yang ada di kawasan Geopark Meratus,” ungkap Andre.

Temuan Draco cornutus semakin mempertegas pentingnya Situs Batu Gamping Batu Laki sebagai kawasan yang tidak hanya memiliki nilai geologi, sejarah, dan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai habitat berbagai spesies khas Kalimantan.

Melalui monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark berharap seluruh potensi kawasan dapat terdokumentasi secara komprehensif untuk mendukung pengelolaan geopark yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Guru Kalsel Didorong Kuasai AI, BTIKP Jadikan Lomba Inovasi sebagai Motor Transformasi Pembelajaran

Pembaretan Personel Baru Perkuat Kesiapan Satpol PP Banjar Tegakkan Perda