Satpol PP dan Damkar Kalsel Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla
Banua Tv,Banjarbaru – Menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiapsiagaan melalui sinergi lintas instansi dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarinstansi agar pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif ketika kondisi darurat terjadi.
Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Andrie, menegaskan pihaknya siap mendukung seluruh langkah pemerintah daerah dalam penanggulangan Karhutla, mulai dari tahap pencegahan hingga penanganan di lapangan.
“Satpol PP dan Damkar memiliki peran sebagai unsur pendukung dalam penanggulangan Karhutla. Kami terus meningkatkan kesiapan personel, memastikan sarana dan prasarana pemadam dalam kondisi siap digunakan, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” ujar Andrie, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, Satpol PP dan Damkar juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan serta pentingnya menjaga lingkungan dari risiko kebakaran.
Menurut Andrie, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan angka kejadian Karhutla. Karena itu, sosialisasi akan terus digencarkan agar kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran semakin meningkat.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan Karhutla sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.


