Target PSU Naik di 2026, Disperkim Kalsel Perkuat Sinergi Daerah
Banua Tv,Banjarbaru – Upaya peningkatan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) permukiman di Kalimantan Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan, meski target capaian terus didorong meningkat pada 2026. Pemerintah Provinsi pun menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mempercepat realisasi program di tengah keterbatasan dan dinamika ekonomi global.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan PSU Permukiman yang dirangkai dengan Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 046 Tahun 2025 di Aula Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (27/4/2026).
Kepala Dinas Perkim Kalsel, Rahmiyanti Jonoezir Pamuntjak menegaskan, forum tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan sekaligus menjawab berbagai kendala di lapangan.
Menurutnya, capaian PSU tahun 2025 yang masih berada di angka 37,47 persen menjadi indikator perlunya percepatan kerja kolaboratif. Pada 2026, target ditingkatkan menjadi 38,30 persen melalui dukungan pembiayaan dari berbagai sumber, mulai dari APBD, APBN hingga CSR.
Di sisi lain, sektor perumahan masih dibayangi sejumlah persoalan krusial, seperti kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pengurangan kawasan kumuh.

“Sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan permukiman sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah sebagai pelaksana kebijakan di tingkat tapak, khususnya dalam penyediaan PSU yang memenuhi standar dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, peserta juga didorong untuk memperkuat koordinasi data dan memahami mekanisme hibah guna mendukung perencanaan yang lebih tepat sasaran.
“Manfaatkan forum ini untuk berbagi data dan informasi, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak pada pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, khususnya dalam penyelenggaraan PSU di Kalimantan Selatan,” pesannya.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, pemerintah optimistis pembangunan permukiman layak dapat terus ditingkatkan sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


