350 Personel Dikerahkan, Kalsel Bangun Gerakan Bersama Tuntaskan Karhutla
Banua Tv, Banjarbaru – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Seluruh elemen, mulai dari masyarakat, perusahaan hingga barisan pemadam kebakaran swasta, didorong untuk bergerak bersama dalam mempercepat pengendalian api dan kabut asap.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq usai memimpin Apel Penanganan Karhutla di Pos Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).
Apel tersebut diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, sejumlah kepala dinas, jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, tenaga ahli gubernur, pemadam kebakaran swasta, serta unsur perusahaan.
Menurut Hanif, pemerintah pusat dan daerah telah membagi sejumlah wilayah prioritas agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita dengan seksama mencoba menyelesaikan permasalahan kabut asap ini secara sistematis,” ujar Hanif.

Tiga kawasan utama menjadi fokus penanganan, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan.
Masing-masing wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga strategi pemadaman yang diterapkan juga disesuaikan. Di kawasan gambut seperti Guntung Damar dan Liang Anggang, operasi difokuskan pada pemadaman dan pembasahan lahan menggunakan mesin pompa air.
Sementara di kawasan Pengayuan, wilayah penanganan dibagi menjadi zona utara dan selatan. Sekitar 350 personel disiapkan untuk bergerak di dua subzona tersebut dengan dukungan peralatan dari berbagai unsur.
Keterlibatan pemadam kebakaran swasta, masyarakat, dan perusahaan menjadi bagian penting dalam operasi tersebut. Hanif menilai karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi sehingga seluruh kekuatan yang tersedia harus bergerak secara terkoordinasi.
“Ini semua perlu dukungan kita semua. Tidak ada ini masyarakat, ini pemerintah. Pemerintah sudah berusaha,” jelasnya.

Selain mempercepat pemadaman, Hanif juga mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai setelah api berhasil dipadamkan. Kawasan yang telah ditangani tetap harus dipantau dan dipatroli untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Pemantauan lapangan diperkuat melalui patroli rutin dan penggunaan drone untuk mendeteksi potensi kebakaran serta memastikan bara api tidak kembali berkembang.
Melalui gerakan bersama tersebut, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih optimal. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap bagi lingkungan dan masyarakat.


