347 Kontingen Kalsel Ikuti PENAS KTNA XVII 2026, Serap Inovasi untuk Ketahanan Pangan
in , ,

347 Kontingen Kalsel Ikuti PENAS KTNA XVII 2026, Serap Inovasi untuk Ketahanan Pangan

347 Kontingen Kalsel Ikuti PENAS KTNA XVII 2026, Serap Inovasi untuk Ketahanan Pangan

Banua Tv,Gorontalo – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan keikutsertaan dalam Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menyerap inovasi dan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan.

~ Advertisements ~

Sebanyak 347 orang yang terdiri atas peserta utama KTNA, pendamping, dan peninjau diberangkatkan mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang nasional yang berlangsung di Provinsi Gorontalo. Dari jumlah tersebut, sekitar 250 peserta mengikuti prosesi pembukaan yang dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia bersama sejumlah menteri, pimpinan KTNA, serta kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan PENAS KTNA merupakan wadah strategis bagi nelayan dan pembudidaya ikan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang.

“Tema PENAS tahun ini, Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan, sangat relevan dengan tantangan sektor perikanan saat ini. Teknologi tidak hanya membantu meningkatkan produksi, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi usaha, menjaga kualitas hasil perikanan, serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan,” ujar Rusdi Hartono di Gorontalo, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, penerapan teknologi dapat dilakukan mulai dari proses budidaya, pengelolaan kualitas air, sistem pemberian pakan yang lebih efisien, hingga pemasaran produk melalui platform digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing produk perikanan Kalimantan Selatan.

Rusdi menilai forum nasional seperti PENAS menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dari berbagai daerah yang nantinya dapat diterapkan sesuai potensi lokal di Banua.

“Nelayan dan pembudidaya ikan perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Melalui forum seperti PENAS, mereka dapat belajar langsung dari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain, kemudian mengadaptasinya sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Selain mengikuti berbagai agenda utama, kontingen Kalimantan Selatan juga berpartisipasi dalam Temu Profesi, Temu Wirausaha, Temu Karya, Unjuk Tangkas dan Asah Terampil, serta pameran produk unggulan sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jaringan kerja sama.

“Kami berharap peserta tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi benar-benar aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun kemitraan. Pengetahuan yang diperoleh selama PENAS diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat di daerah masing-masing sehingga manfaatnya semakin luas dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha perikanan,” katanya.

Rusdi menambahkan, peningkatan kualitas SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Dari Seragam hingga Sanitasi, Banjarbaru Perkuat Kualitas Pendidikan

Dislautkan Kalsel Pastikan Kontingen Nyaman, Pondokan PENAS KTNA XVII Ditinjau Langsung