Banua Tv, Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Workshop Penarikan dan Sinkronisasi Data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) serta Implementasi Aplikasi Penomoran Ijazah dan Sertifikat Nasional (PISN), di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Selasa (9/12/2025).

Agenda ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola data akademik serta memastikan kesesuaian sistem dengan regulasi nasional.
Kegiatan tersebut diikuti operator SIMARI dari seluruh program studi diploma dan sarjana, serta perwakilan dari UPA TIK, LPMPP, hingga tim MKBT ULM. Kehadiran berbagai unit menunjukkan pentingnya koordinasi lintas bagian dalam pengelolaan data pendidikan tinggi.
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan ULM, Nieke Rezeki Febriantie, dalam sambutannya menegaskan bahwa PDDIKTI merupakan sumber data resmi perguruan tinggi yang harus dijaga kualitasnya.
“PDDIKTI adalah basis data resmi perguruan tinggi. Karena itu, menjaga validitas dan sinkronisasi data adalah tanggung jawab seluruh unit,” ujarnya.
Workshop juga membahas sejumlah persoalan terkait ketidaksesuaian data yang ditemukan pada beberapa program studi. Situasi tersebut dinilai berpotensi menghambat pelayanan akademik dan berdampak pada mahasiswa, dosen, maupun alumni.
Peserta didorong aktif berdiskusi dengan tim PUSDATIN dan BELMAWA Kemendikdisaintek untuk mendapatkan solusi teknis dan regulatif.
Sesi diskusi berlangsung dinamis, membahas kendala lapangan hingga langkah penyelesaian sesuai pedoman kementerian.
Melalui kegiatan ini, ULM memperkuat integrasi data mulai dari penerimaan mahasiswa hingga kelulusan dengan tujuan menyajikan informasi akademik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyelenggaraan workshop sekaligus menegaskan komitmen ULM dalam meningkatkan tata kelola akademik, memenuhi aturan nasional, serta memastikan proses penerbitan ijazah dan sertifikat berjalan sesuai sistem PISN.


