ULM Jajaki Kolaborasi Riset dengan NHRI Tiongkok, Lahan Basah hingga Pesisir Jadi Fokus
Banua Tv,Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjajaki peluang kerja sama riset internasional dengan Nanjing Hydraulic Research Institute (NHRI), Tiongkok, untuk memperkuat penelitian di bidang lahan basah, hidrologi, perlindungan pesisir, dan teknik lingkungan.


Penjajakan tersebut berlangsung dalam audiensi di Kantor Reputasi dan Keberlanjutan ULM, Senin (12/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang penelitian bersama, pertukaran akademik, serta program kolaboratif yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Kunjungan delegasi NHRI dipimpin Wang Yanhong, Director of River and Coastal Engineering Department, bersama Chen Yuhang dan Huang Zhe. Mereka diterima jajaran pimpinan dan akademisi ULM, di antaranya Pelaksana Tugas Wakil Rektor I Prof. Dr.-Ing. Ir. Yulian Firmana Arifin, S.T., M.T., Ketua Kantor Urusan Internasional ULM Utami Irawati, S.Si., M.ES., Ph.D., serta Dr. Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng. dari UPA Lingkungan Lahan Basah ULM.
Sejumlah perwakilan Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Perikanan dan Kelautan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Ketua Kantor Urusan Internasional ULM, Utami Irawati, menyambut baik kunjungan NHRI dan berharap pertemuan tersebut menjadi awal kemitraan yang berkelanjutan. ULM membuka peluang pengembangan penelitian bersama, pertukaran akademik, dan berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Dalam audiensi itu, ULM juga memperkenalkan sejumlah fakultas dan unit yang memiliki keterkaitan dengan penelitian lingkungan, perairan, kawasan pesisir, dan ekosistem lahan basah.
Dari pihak NHRI, Huang Yanfeng menjelaskan bahwa kunjungan ke ULM bertujuan mempelajari karakteristik kawasan pesisir, mangrove, dan ekosistem lahan basah di Kalimantan Selatan. Kawasan tersebut dinilai memiliki karakteristik yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.
NHRI sendiri memiliki fokus penelitian pada teknik sungai dan pesisir, hidrologi, lingkungan lahan basah, perlindungan pantai, serta rekayasa wilayah perairan. Kesamaan bidang kajian tersebut membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama riset dan pertukaran pengetahuan.
Sementara itu, Prof. Dr.-Ing. Ir. Yulian Firmana Arifin memperkenalkan pendekatan ULM yang mengintegrasikan perspektif lahan basah dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kajian ULM tidak terbatas pada perlindungan ekosistem lahan basah dan pesisir, tetapi juga mencakup pengembangan penelitian pada lahan basah buatan, termasuk kawasan pascatambang yang berpotensi direstorasi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui penjajakan ini, ULM berharap dapat membangun kemitraan strategis dengan NHRI untuk memperluas jejaring riset internasional, mendorong inovasi, serta mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi persoalan lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan keahlian kedua institusi dalam menjawab tantangan pengelolaan sungai, kawasan pesisir, dan lahan basah, sekaligus mendukung upaya pembangunan yang berkelanjutan.


