Peringatan Hari Bumi se dunia oleh Pemkab Kotabaru dengan menanam pohon. Foto: Diskominfo
in

Tanam Pohon Dan Seminar, Warnai Peringatan Hari Bumi Sedunia 2024 di Kotabaru

Memperingati Hari Bumi Se-Dunia 2024, Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), KPH Pulau Sebuku, juga perusahaan, bersama lakukan tanam pohon untuk sosialisasi Budidaya Sorgum ditempat lahan tidur, juga eks tambang sebagai salah satu sumber pakan, dan pangan yang berkelanjutan di pendopo pucak meranti.

Kegiatan dihadiri Bupati Kotabaru Sayed Jafar diwakili Sekda Said Akhmad, Dandim 1004, Danlanal, Kapolres, Kepala SKPD, Pimpinan Perusahaan dari PT. Arutmin, PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Sebuku Coal Group, PT. Sime Darby Oils, PT. Smart.

Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad mengatakan dengan terus meningkatnya Pemukiman seiring perkembangan zaman, juga terjadinya peningkatan pemanasan secara global, dimana menyebabkan terjadinya krisis penghijauan.

Dalam mengatasi hal tersebut, pada Hari Bumi Se-Dunia tahun 2024, Pemerintah Daerah melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya, agar bumi tetap terjaga.

“Mari bersama mamfaatkan Bumi yang ada agar lingkungan tetap stabil bagi kehidupan,” Tutur Sekda.

Said Akhmad mengharapkan, penanaman pohon yang dilakukan bukan hanya seremonial semata, namun benar-benar dengan rasa cinta agar tetap dikelola, sehingga lestari dan sehat buat anak cucu kedepannya.

“Mari dilihat keadaan lahan di Kotabaru, sesuai atau tidak untuk budidaya sorgum, dari itu harus diteliti lebih lanjut,” harap Sekda.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Muhammad Maulidiansyah mengatakan peringatan Hari Bumi Se Dunia tahun 2024, dilaksanakan di tempat yang indah dan merupakan salah satu wisata yang dimiliki Kotabaru, juga warisan ekologis, hutan endemik dan unik, yaitu hutan meranti.

Juga peringatan Hari Bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April, Dijelaskan Muhammad Maulidiansyah adalah salah satu upaya dari gerakan untuk meningkatkan kesadaran semua, dalam menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi. 

Maulidiansyah mengingatkan, betapa eratnya hubungan manusia dengan bumi dan tanggungjawab untuk melindunginya. 

Untuk tema Hari Bumi tahun 2024, yakni “Planet versus Plastik”, sebagai kampanye untuk mengakhiri penggunaan plastik demi kesehatan manusia dan bumi, dengan menuntut pengurangan 60% produksi semua plastik pada tahun 2040, atau sering dislogankan dengan 60×40.

“Tema ini juga mengandung makna bahwa kita perlu berinvestasi sekarang, untuk meraih masa depan yang hijau, sejahtera dan adil. Selain itu, tema ini juga bermakna agar kita bisa mengadopsi ekonomi Hijau untuk memperoleh manfaatnya, untuk mengembangkan masa depan yang stabil membutuhkan dukungan luas dari pemerintah, masyarakat, institusi dan dunia,” tutupnya. 

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Tinggalkan Balasan

Putus Sekolah Jadi Penyebab Perkawinan Anak di Kabupaten Banjar

Serius Atasi Stunting di Kabupaten Banjar, Camat Diminta Kawal Kegiatan Posyandu