Stadion Kalua Bernilai Rp11 Miliar Jadi Perbincangan, Warga Soroti Kondisi Fasilitas
Banua Tv, Tabalong – Stadion sepak bola di Kecamatan Kalua, Kabupaten Tabalong, yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp11 miliar kini menjadi perhatian masyarakat.

Fasilitas yang diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga dan kebanggaan warga itu justru menuai sejumlah sorotan terkait kondisi bangunan dan lapangan.
Keinginan masyarakat Kalua untuk memiliki stadion representatif telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, pembangunan stadion tersebut sebelumnya disambut antusias warga sebagai langkah positif bagi pengembangan olahraga daerah.
Namun, setelah proyek rampung, warga menilai kondisi fasilitas stadion masih belum sepenuhnya sesuai harapan.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, anggaran pembangunan stadion terdiri dari sekitar Rp7 miliar untuk pembangunan tribun dan sekitar Rp4,3 miliar untuk pengerjaan lapangan sepak bola.
Beberapa warga menyoroti kondisi permukaan lapangan yang disebut belum rata dan masih terdapat batu di sejumlah titik. Kondisi rumput juga dinilai belum optimal untuk mendukung pelaksanaan pertandingan sepak bola secara maksimal.

Selain lapangan, perhatian masyarakat juga tertuju pada bangunan tribun stadion. Sejumlah bagian tribun disebut belum selesai secara menyeluruh. Area tempat duduk penonton masih tampak berupa semen tanpa plester maupun cat.
Kondisi fasilitas penunjang lainnya juga menjadi perhatian warga. Beberapa bagian pagar dinilai belum rapi, sementara toilet disebut kurang terawat. Di sejumlah sisi bangunan stadion juga terlihat adanya coretan pada dinding.

Situasi tersebut memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat yang sejak lama berharap stadion itu dapat menjadi fasilitas olahraga yang layak bagi warga dan generasi muda di Kecamatan Kalua.
“Penantian masyarakat Kalua sudah sangat lama. Kami berharap punya stadion yang bagus dan layak, tapi hasilnya justru mengecewakan dan tidak sesuai harapan,” ujar salah satu warga Kalua, Akhmad Syarif.
Masyarakat pun berharap adanya keterbukaan informasi terkait pembangunan stadion tersebut, termasuk proses perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang dinilai masih perlu dibenahi.

Beberapa aspirasi yang disampaikan warga di antaranya terkait perbaikan kondisi lapangan, penyempurnaan tribun stadion, serta penjelasan mengenai penggunaan anggaran pembangunan.
Persoalan tersebut juga sempat dibahas dalam pertemuan antara masyarakat dan Kepala Bidang Cipta Karya Kabupaten Tabalong, Wahyu.
Dalam diskusi itu, Wahyu disebut menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kekurangan pada pengerjaan lapangan sepak bola. Ia berjanji akan meminta pihak vendor melakukan pembenahan, mulai dari pemerataan lapangan, pembersihan batu di area lapangan, hingga pemupukan rumput agar kondisinya lebih baik.
Sementara terkait pembangunan tribun stadion yang menelan anggaran sekitar Rp7 miliar, Wahyu menyebut proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2020 sebelum dirinya menjabat sebagai Kabid Cipta Karya. Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pengerjaan maupun aspek teknis proyek tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tabalong juga disebut berencana kembali menganggarkan dana sekitar Rp2 miliar untuk melakukan perbaikan tribun stadion yang mengalami kerusakan dan belum berfungsi optimal.
Dalam forum diskusi tersebut, masyarakat turut mendorong agar seluruh proses pembangunan stadion dapat ditinjau dan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga juga meminta kejelasan terkait dinas pelaksana proyek, vendor pengerjaan, hingga hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


