SMILE Jadi Andalan Logistik Kesehatan, Dinkes Kalsel Fokus Tingkatkan Akurasi Data
in , , ,

SMILE Jadi Andalan Logistik Kesehatan, Dinkes Kalsel Fokus Tingkatkan Akurasi Data

SMILE Jadi Andalan Logistik Kesehatan, Dinkes Kalsel Fokus Tingkatkan Akurasi Data

Banua Tv,Banjarbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat transformasi digital di sektor kesehatan melalui evaluasi implementasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) SMILE Health dan SMILE Imunisasi Tahun 2026. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan logistik kesehatan berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan aplikasi SMILE telah menjadi instrumen penting dalam mendukung pengelolaan logistik kesehatan di seluruh kabupaten/kota maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“SMILE telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan logistik kesehatan. Melalui sistem ini, ketersediaan data stok obat, vaksin, dan bahan medis habis pakai dapat dipantau secara real time, sehingga memudahkan proses perencanaan kebutuhan, distribusi, redistribusi, hingga pengendalian persediaan,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (3/8/2026).

Menurut Diauddin, keberhasilan SMILE dalam mengelola logistik vaksin imunisasi, vaksin rabies, obat program HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM), hingga bahan medis habis pakai untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), mendorong perluasan pemanfaatannya ke berbagai program kesehatan lainnya.

Program tersebut meliputi logistik Haji, Dengue, Hepatitis, Filariasis, Antivenom, hingga pengelolaan obat-obatan esensial.

Selain mempermudah pelaporan, SMILE juga berfungsi sebagai early warning system yang mampu mendeteksi lebih dini potensi kekurangan stok, kelebihan persediaan, maupun logistik kesehatan yang mendekati masa kedaluwarsa. Dengan demikian, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Namun, Diauddin menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem tidak hanya diukur dari jumlah pengguna atau laporan yang masuk, melainkan dari kualitas data yang dihasilkan.

“Yang paling utama adalah kualitas data yang dihasilkan. Data harus akurat, lengkap, konsisten, dan dilaporkan tepat waktu karena menjadi fondasi dalam menghasilkan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.

Ia menambahkan, implementasi SMILE juga menjadi bagian dari transformasi digital kesehatan nasional yang mendorong perubahan budaya kerja dari sistem pencatatan manual menuju pengelolaan logistik berbasis data.

Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Penguatan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional SMILE Health dan SMILE Imunisasi yang telah dilaksanakan pada 30 Maret hingga 1 April 2026.

Melalui evaluasi tersebut, Dinas Kesehatan menilai tingkat kepatuhan pelaporan, kualitas data, kesesuaian stok fisik dengan data aplikasi, pemanfaatan fitur SMILE, hingga berbagai kendala di lapangan, termasuk sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, jaringan internet, dan tata kelola pelaksanaan.

Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antar kabupaten/kota agar berbagai solusi yang telah berhasil diterapkan dapat direplikasi secara lebih luas di Kalimantan Selatan.

“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan yang terukur, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pembinaan dan pendampingan, peningkatan kepatuhan pelaporan secara real time, hingga optimalisasi pemanfaatan dashboard dan data SMILE sebagai dasar pengambilan keputusan,” ungkap Diauddin.

Melalui implementasi yang semakin optimal, Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan berharap SMILE Health dan SMILE Imunisasi mampu menghadirkan sistem logistik kesehatan yang lebih responsif, transparan, efisien, dan akuntabel sehingga ketersediaan obat, vaksin, serta bahan medis habis pakai bagi masyarakat tetap terjamin.

“Kami mengharapkan dukungan dan komitmen seluruh pemerintah kabupaten/kota serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas implementasi SMILE melalui pencatatan dan pelaporan yang tepat waktu, akurat, lengkap, dan berkelanjutan. Keberhasilan sistem ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam mendukung transformasi digital kesehatan dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Apel Gabungan Pemkab Banjar, Sekda Tekankan Sinergi Keamanan dan Apresiasi BUMDes Berprestasi

Hunian Hotel di Kalsel Menggeliat, TPK Naik 5,43 Poin pada Juni 2026