Rektor Untad Prof.Amar berikan sambutan pada Workshop bertajuk "Building Internasional Research Capacity Management: Beyond 12 Years of CRC 990-EFForTS". Foto: Junaidi/banuatv
in

Rektor Untad : CRC 990-EFForTS Menjadi Salah Satu Proyek Kerjasama Internasional Terbaik di Indonesia

Workshop bertajuk “Building Internasional Research Capacity Management: Beyond 12 Years of CRC 990-EFForTS”, diselenggarakan oleh Universitas Tadulako (Untad) selama dua hari berturut-turut, Kamis-Jum’at 14-15 September 2023,  di salah satu hote di Kota Palu.

Collaborative Research Centre (CRC 990)-Ecological and Socioeconomic Functions of Tropical Lowland (EFForTS) merupakan kerjasama proyek penelitian jangka panjang antara University of Gottingen Jerman, UNJA, Untad dan IPB University.

Proyek penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak ekologi dan sosial-ekonomi dari transformasi lahan di lahan Bukit Dua Belas dan Harapan di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya membuka kegiatan, Rektor Untad Prof. Amar mengatakan, selama 12 tahun perjalanan proyek, lebih dari 100 peneliti yang berasal dari Universitas Gottingen di Jerman dan universitas di Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Untad dan Universitas Jambi (UNJA) terlibat secara aktif dalam kegiatan penelitian, peningkatan kapasitas staff dan sebagainya.

Para peneliti tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, antara lain ekologi, kehutanan, pertanian, penginderaan jauh, ekonomi, serta ilmu sosial politik.

Rektor mengungkapkan, hasil yang telah dicapai pada proyek CRC 990-EFForTS sangat membanggakan, yaitu telah diungkapkan banyak hal penting dan crucial tentang hubungan yang kompleks antara dampak ekologi dan sosio-ekonomi.

Lebih lanjut, kata Rektor, selain telah memberikan kontribusi dalam bidang sains, CRC 990-EFForTS juga telah memberikan investasi yang signifikan di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas.

“Proyek ini telah mendukung pendidikan dan kelulusan ratusan mahasiswa termasuk 115 PhD, 28 orang di antaranya adalah orang Indonesia, 113 MSc dan 140 BSc. Telah memfasilitasi ratusan kuliah tamu, pelatihan, lokakarya dan beasiswa,” ujar Rektor

Selain itu, proyek tersebut telah membangun berbagai peralatan penelitian, kantor, wisma dan fasilitas transportasi untuk mendukung operasionalnya. Sebanyak 200 asisten telah dilibatkan dengan mendapatkan fasilitas perjalanan, serta telah diterbitkan sebanyak 381 artikel di jurnal ilmiah bereputasi internasional dengan sitasi yang tinggi, dengan 78% penulis bersama adalah mitra Indonesia.

“Data-data tersebut menggambarkan bahwa CRC 990-EFForTS merupakan salah satu proyek kerjasama internasional terbaik di Indonesia,” sambungnya

Pada kesempatan yang sama, Rektor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak IPB dan UNJA yang telah sama-sama bekerja keras untuk mengawal implementasi proyek tersebut.

Pihaknya juga berharap, kedepannya ada keberlanjutan dari proyek ini dengan melibatkan stakeholder yang lebih luas.

Foto bersama Rektor Untad Prof.Amar dengan para peserta workshop. Foto: Junaidi/banuatv

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya adalah Plt. Dirjen Dikti ristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D, Wakil Rektor Untad Bidang Pengembangan dan Kerja Sama sekaligus Koordinator CRC 990-EFForTS, Dr.sc.agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc, Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Agus Haryono, Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti ristek, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr, Wakil Rektor IPB University, Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar., IPU., ASEAN Eng, serta Ketua Forum Wakil Rektor bidang Kerja Sama, Prof. Dr. dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D.

Workshop juga diikuti oleh para Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Tinggalkan Balasan

Tujuh Fraksi DPRD Kapuas Setujui Raperda Perubahan APBD 2023

Rapat Paripurna DPRD Kapuas, Sekda Septedy Sampaikan Jawaban atas Raperda Perubahan APBD 2023