Rektor Baru ULM Dilantik, Ini Tiga Arah yang Disiapkan Iwan Aflanie
Banua Tv,Jakarta – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi memasuki era kepemimpinan baru setelah Dr. dr. H. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., S.H. dilantik sebagai Rektor ULM periode 2026–2030.


Pelantikan berlangsung Senin (5/10/2026) pukul 16.30 WIB di Gedung D Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta. Prosesi tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris Senat ULM, para dekan di lingkungan ULM, Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek), sivitas akademika, keluarga, serta kolega.
Pelantikan tersebut menjadi tindak lanjut dari rangkaian proses pemilihan rektor yang telah dilaksanakan sebelumnya sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru ULM untuk periode 2026–2030.
Di bawah kepemimpinannya, Iwan Aflanie menempatkan konsolidasi internal sebagai langkah awal sebelum ULM bergerak lebih jauh. Penguatan tata kelola dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung pengembangan universitas dalam empat tahun mendatang.
“Konsolidasi diperlukan untuk menyempurnakan tata kelola sekaligus memastikan terlaksananya good university governance. Penguatan internal menjadi fondasi penting sebelum ULM melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Setelah penguatan internal, Iwan juga menekankan pentingnya memperluas kolaborasi melalui pendekatan pentahelix. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia kerja, dunia usaha, dan media.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat memperluas jejaring ULM sekaligus membuka peluang kerja sama konkret dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan inovasi.
Arah kepemimpinan ULM juga tidak berhenti pada penguatan di tingkat nasional. Iwan menyampaikan target untuk membawa universitas semakin siap berkiprah di tingkat internasional.
“Kita persiapkan diri memperkuat kembali berbagai macam upaya agar kita bisa go international,” tegasnya.
Target tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan ULM untuk meningkatkan daya saing universitas, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan daerah maupun nasional.
Momentum pelantikan juga menjadi penanda dimulainya babak baru bagi ULM setelah rangkaian proses pemilihan rektor. Tantangan pengembangan universitas ke depan akan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika dan mitra universitas.
Semangat kebersamaan itu tercermin dalam ungkapan khas Banjar, “kayuh baimbai, waja sampai kaputing”, yang menjadi penegasan bahwa kemajuan ULM membutuhkan kerja bersama seluruh unsur sivitas akademika.
Dengan kepemimpinan Iwan Aflanie hingga 2030, konsolidasi internal, penguatan tata kelola, perluasan kolaborasi pentahelix, serta upaya menuju go international menjadi sejumlah arah yang mulai ditekankan sejak awal masa kepemimpinannya.


