Penyaluran KUR di Kalsel Tembus Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Mendominasi
in , ,

Penyaluran KUR di Kalsel Tembus Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Mendominasi

Penyaluran KUR di Kalsel Tembus Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Mendominasi

Banua Tv,Banjarmasin – Dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan terus menguat. Hingga akhir April 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan telah mencapai Rp1,81 triliun dan menjangkau puluhan ribu debitur di berbagai sektor usaha produktif.

~ Advertisements ~

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo mengatakan capaian tersebut setara 35,03 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp5,15 triliun.

“Penyaluran KUR terus menjadi instrumen penting dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Hingga April 2026, realisasinya menunjukkan tren yang cukup baik dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Catur di Banjarmasin, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, total penyaluran tersebut telah menjangkau 24.811 debitur di Kalimantan Selatan.

KUR konvensional masih mendominasi dengan nilai Rp1,73 triliun atau 96,11 persen, sedangkan KUR syariah mencapai Rp70,24 miliar.

Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan total penyaluran Rp622,50 miliar atau 34,49 persen kepada 10.893 debitur.

Menurut Catur, dominasi sektor pertanian menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Kalimantan Selatan.

“KUR diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kalimantan Selatan,” katanya.

Secara wilayah, Banjarmasin menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp318,75 miliar kepada 3.492 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp243,21 miliar dan Kabupaten Banjar sebesar Rp188,70 miliar.

Dari sisi lembaga penyalur, BRI menjadi bank dengan penyaluran terbesar mencapai Rp1,17 triliun kepada 21.358 debitur, disusul Bank Mandiri dan BNI.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan juga terus berkembang. Hingga April 2026, total penyaluran UMi tercatat sebesar Rp22,76 miliar kepada 4.220 debitur.

Penyaluran UMi didominasi skema syariah sebesar Rp19,80 miliar atau hampir 87 persen dari total pembiayaan. Sektor perdagangan menjadi penerima terbesar dengan porsi mencapai 98,32 persen.

Kota Banjarmasin kembali menjadi daerah dengan penyaluran UMi tertinggi sebesar Rp4,66 miliar, disusul Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Catur menegaskan pihaknya terus memperkuat monitoring dan evaluasi bersama seluruh mitra penyalur agar akses pembiayaan UMKM semakin merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami terus mendorong kolaborasi dengan seluruh mitra penyalur agar akses pembiayaan semakin merata di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini penting untuk memperkuat ekonomi inklusif sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor usaha masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban, Menaker Tekankan Kepedulian Sosial

Dinas Pariwisata Kalsel Targetkan Kunjungan Wisatawan Tumbuh 5 Persen pada 2026