Mahasiswa Farmasi ULM Borong Empat Medali di Ajang Internasional NTU Singapura
Banua Tv,Singapura – Keberhasilan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada 4th International Youth Conference 2026 menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Melalui berbagai gagasan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pangan, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA) FMIPA ULM berhasil membawa pulang tiga Silver Medal, satu Bronze Medal, serta penghargaan Favorite Poster pada kompetisi yang diselenggarakan Nanyang Technological University (NTU), 27–28 Juni 2026.

Ajang tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Di hadapan dewan juri internasional, delegasi ULM mempresentasikan berbagai hasil inovasi yang memanfaatkan sumber daya lokal sebagai solusi terhadap tantangan global.
Pada kategori Health, Meisarah dan Rahma Dyah Fitriansyah berhasil meraih penghargaan Silver Medal dan Bronze Medal melalui inovasi formulasi nanopartikel ekstrak daun galam sebagai kandidat terapi kanker paru-paru.
Sementara itu, Cut Nadia Anne Sanha meraih Silver Medal pada kategori Education berkat inovasi kurikulum Edu-Digempathy yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan emosional di era digital.
Di kategori Food, Muhammad Denny Rahman juga memperoleh Silver Medal melalui inovasi serbuk fungsional berbahan ekstrak kulit tiwadak sebagai upaya pencegahan hipertensi.
Selain raihan medali, Indah Noor Rahmah berhasil membawa pulang penghargaan Favorite Poster, melengkapi capaian delegasi ULM dalam kompetisi internasional tersebut.
Bagi para peserta, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang penghargaan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan kualitas mahasiswa ULM di forum internasional.
“Kami sangat bangga bisa membawa almamater ULM ke panggung internasional, dan berterima kasih kepada seluruh dosen pembimbing yang selalu mendukung kami hingga berada di titik ini,” katanya.
Menurut Nadia, keikutsertaan dalam kompetisi juga menjadi bagian dari upaya mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berani berinovasi dan tampil di tingkat global.
“Saya ingin menginspirasi banyak orang, untuk terus berkembang dan berprestasi khususnya program studi Farmasi di kancah Internasional melalui inovasi-inovasi yang kami bawa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dimulai sejak Februari 2026. Tim harus membagi fokus untuk mempersiapkan presentasi pada tiga subtema sekaligus, dengan seluruh presentasi disampaikan dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri internasional.
“Tantangan terbesar kami adalah menjaga konsistensi latihan hingga hari kompetisi. Namun berkat dukungan para dosen pembimbing, khususnya Bapak Ikhwan selaku Ketua Jurusan Farmasi FMIPA ULM, serta semangat seluruh anggota tim yang tidak pernah padam, kami mampu menjaga solidaritas hingga akhirnya berhasil menyelesaikan kompetisi dengan hasil yang membanggakan,” tuturnya.
Nadia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa ULM untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kompetisi.
“Saya berharap seluruh mahasiswa ULM berani mengambil langkah besar untuk meraih prestasi,” tambahnya.


