Kinerja Fiskal Kalsel Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen
Banua Tv,Banjarmasin – Percepatan pembangunan infrastruktur mulai terlihat di Kalimantan Selatan pada awal Triwulan II 2026. Hal tersebut tercermin dari lonjakan realisasi belanja modal pemerintah daerah yang meningkat hampir 194 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo menyebutkan hingga 30 April 2026 realisasi Belanja Negara di Kalimantan Selatan telah mencapai Rp9,50 triliun atau sebesar 31,75 persen dari total pagu Rp29,93 triliun.
“Belanja negara masih menjadi instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga April 2026, realisasi belanja menunjukkan perkembangan yang cukup baik, terutama pada Belanja Pemerintah Pusat yang tumbuh signifikan,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (29/5/2026).
Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tercatat mencapai Rp2,82 triliun atau tumbuh 40,77 persen secara year on year (yoy), sementara penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp6,68 triliun dan tetap menjadi komponen terbesar dalam realisasi belanja negara.
Di sisi penerimaan, Pendapatan Negara di Kalimantan Selatan hingga akhir April 2026 berhasil mencapai Rp4,39 triliun atau tumbuh 30,30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurut Catur, pertumbuhan penerimaan negara menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Selatan masih terjaga dengan baik.
“Kinerja penerimaan yang tumbuh positif menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Selatan masih cukup terjaga. APBN juga tetap hadir sebagai instrumen countercyclical untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional,” katanya.
Selain APBN, konsolidasi APBD regional Kalimantan Selatan juga menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Pendapatan daerah tercatat mencapai Rp9,49 triliun atau 30,17 persen dari target.
Sementara pada sisi belanja daerah, realisasi mencapai Rp8,50 triliun atau 20,80 persen dari pagu anggaran dan tumbuh positif sebesar 10,86 persen secara tahunan.
Capaian paling menonjol terjadi pada Belanja Modal yang melonjak hingga 193,96 persen (yoy) menjadi Rp870,85 miliar.
Menurut Catur, lonjakan tersebut menjadi indikasi percepatan pelaksanaan proyek fisik dan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
“Lonjakan belanja modal menjadi indikasi bahwa pemerintah daerah mulai mempercepat pelaksanaan proyek-proyek fisik dan infrastruktur lebih awal, seperti pembangunan jalan dan irigasi. Ini diharapkan dapat memberikan efek pengganda terhadap aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan regional,” jelasnya.
Ia berharap percepatan belanja produktif tersebut mampu memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkelanjutan.


