Karhutla Kalsel Tembus 27 Ribu Hektare, Kabupaten Banjar Catat Kejadian Terbanyak
in , , ,

Karhutla Kalsel Tembus 27 Ribu Hektare, Kabupaten Banjar Catat Kejadian Terbanyak

Karhutla Kalsel Tembus 27 Ribu Hektare, Kabupaten Banjar Catat Kejadian Terbanyak

Banua Tv,Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan telah mencapai 4.926 kejadian dengan total luas lahan terdampak 27.202,97 hektare selama periode 1 Januari hingga 14 Oktober 2026. Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan dan rekapitulasi kejadian karhutla di seluruh kabupaten/kota di Kalsel hingga 14 Oktober 2026.

Selain mencatat jumlah kejadian dan luas lahan terdampak, BPBD Kalsel juga memantau 44.741 titik panas atau hotspot yang terdeteksi melalui satelit. Data tersebut bersumber dari SIPONGI Kementerian Kehutanan dengan dukungan citra satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Banjar mencatat 1.116 kejadian dengan luas lahan terdampak 7.054,12 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kota Banjarbaru dengan 919 kejadian dan luas terdampak 3.343,03 hektare, serta Kabupaten Tanah Laut dengan 731 kejadian dan luas terdampak 3.551,98 hektare.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga mencatat dampak cukup luas, yakni 4.209,05 hektare dari 556 kejadian. Sementara itu, Kabupaten Barito Kuala mengalami 467 kejadian dengan luas terdampak 3.276,82 hektare, disusul Kabupaten Tapin dengan 356 kejadian dan luas 2.700,78 hektare.

Di wilayah lainnya, Kabupaten Tanah Bumbu mencatat 232 kejadian dengan luas terdampak 725,85 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Utara mencatat 146 kejadian dengan luas 1.088,92 hektare, sedangkan Kabupaten Balangan mengalami 144 kejadian dengan luas 582,86 hektare.

Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat 92 kejadian dengan luas terdampak 297,49 hektare. Adapun Kabupaten Kotabaru mengalami 66 kejadian dengan luas 192,31 hektare, Kota Banjarmasin mencatat 69 kejadian dengan luas 24,36 hektare, dan Kabupaten Tabalong mencatat 32 kejadian dengan luas 155,43 hektare.

BPBD Kalsel terus memantau perkembangan karhutla sebagai bagian dari upaya pengendalian dan penanganan bencana. Data jumlah kejadian, luas lahan terdampak, serta sebaran titik panas menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui perkembangan situasi di setiap daerah.

Pemutakhiran data secara berkala juga mendukung koordinasi antara BPBD provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait dalam penanganan karhutla. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai wilayah yang terdampak dan perkembangan kejadian di lapangan.

BPBD Kalsel turut mengimbau masyarakat agar berperan dalam mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas atau instansi terkait.

Sumber data: Rekapitulasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Selatan periode 1 Januari–14 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Dewan Hakim MTQ XXI Banjarbaru Dilantik, Sekda Tekankan Penilaian Adil dan Objektif

Barcode Siluman hingga Pelangsiran Disorot, Pemprov Kalsel Siapkan Pembenahan BBM