Poroses pengerjaan perbaikan kebocoran pipa air baku berdiameter 1.200 milimeter milik BPAM Banjarbakula di kawasan Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
in , , ,

Kapan Air PTAM Intan Banjar Kembali Normal? Ini Penjelasan Direktur Teknik

Kapan Air PTAM Intan Banjar Kembali Normal? Ini Penjelasan Direktur Teknik

BANUA TV, BANJAR — Kebocoran pada aliran air baku PTAM yang dikelola BPAM Banjarbakula mendorong upaya pencarian solusi sementara untuk menjaga pasokan air bersih kepada pelanggan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan air baku dari saluran primer irigasi untuk mendukung kebutuhan produksi dan pengaliran air oleh PTAM Intan Banjar.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Direktur Teknik PTAM Intan Banjar, Machmud Mansyur menjelaskan bahwa saluran intake untuk pemanfaatan air baku dari saluran primer irigasi telah tersedia. Pihaknya juga telah mengomunikasikan hal tersebut kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Sudah, tinggal buka valve saja, soalnya saluran intake-nya sudah ada. Sudah dikomunikasikan ke BWS,” ujar Machmud saat diwawancarai wartawan BanuaTV.com melalui WhatsApp.

Meski demikian, pengaliran air kepada pelanggan belum dapat berlangsung secara maksimal karena debit yang tersedia masih terbatas. 

Menurut Machmud, debit sekitar 120 liter per detik (lps) tersebut diperkirakan baru mampu menjangkau sekitar 50 persen dari total 60 ribu pelanggan PTAM Intan Banjar.

“Sudah, tapi masih proses produksi dan pengisian reservoir. Debitnya sekitar 120 lps saja. Pengalirannya menyesuaikan ketersediaan kapasitas produksi, jadi tetap belum optimal juga,” jelasnya.

Dibeberkan Machmud, pengerjaan kebocoran pipa oleh BPAM Banjarbakula akan memakan waktu beberapa hari. 

“Kalau sesuai yg disampaikan pihak BPAM Banjarbakula, diperkirakan selesainya hari selasa tanggal 13 oktober ini,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk pemulihan pengaliran air secara keseluruhan ke pelanggan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan penyelesaian pekerjaan teknis pada saluran distribusi.

Menurut Mahmud, dalam kondisi normal, pekerjaan teknis dapat diselesaikan dalam waktu satu hari, dengan catatan pasokan air curah yang disalurkan ke Bakula dapat mencapai 590 lps.

“Kalau normal, secara teknis satu hari saja, asalkan air curah yang disalurkan ke Bakula bisa 590 lps. Tapi kalau pengaliran sampai ke pelanggan secara keseluruhan, bisa tiga hari baru normal,” ungkapnya.

Mahmud menjelaskan, proses pemulihan pengaliran air juga dipengaruhi tingginya pemakaian air oleh pelanggan. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian warga yang sebelumnya menggunakan sumur kini beralih sepenuhnya ke layanan air PTAM Intan Banjar.

“Apalagi kondisi saat ini, pola pemakaian air ledeng di pelanggan cukup tinggi karena yang memiliki sumur sudah beralih 100 persen ke air PTAM Intan Banjar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Bukan Hanya untuk Akademisi, Konferensi Internasional ULM Berbagi Ilmu ke Sekolah

Kebocoran Pipa Banjarbakula, PTAM Intan Banjar Manfaatkan Irigasi Riam Kanan