Himperra Kalsel Perkuat Sinergi Pengembang untuk Percepat Penyediaan Hunian Layak
Banua Tv, Banjarmasin – Penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya. Penguatan sinergi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Kalimantan Selatan Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Banjarmasin, Kamis (10/9/2026), dihadiri Gubernur Kalsel H. Muhidin yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalsel Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, Wakil Wali Kota Banjarmasin, perbankan serta jajaran pengurus dan anggota Himperra Kalsel.
Dalam sambutan Gubernur Kalsel H. Muhidin yang dibacakan Kadisperkim Kalsel Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, pemerintah terus mendorong penyediaan rumah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berbagai skema juga telah disiapkan untuk membantu masyarakat memiliki rumah, mulai dari uang muka 1 persen, bunga tetap 5 persen hingga batas harga jual rumah subsidi di wilayah Kalimantan Selatan sebesar Rp182 juta.

“Pemerintah telah menyiapkan skema yang meringankan masyarakat berpenghasilan rendah, mulai dari uang muka 1 persen, bunga tetap 5 persen hingga batas harga jual rumah subsidi di wilayah Kalimantan Selatan sebesar Rp182 juta,” ujarnya.
Selain dukungan pembiayaan, pemerintah memberikan kemudahan melalui pembebasan biaya pengolahan hak atas tanah dan bangunan serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjutnya, akan terus mendorong pemerintah kabupaten/kota menjalankan berbagai kebijakan tersebut secara konsisten. Namun, penyediaan hunian layak juga tidak terlepas dari komitmen pengembang dalam menjaga kualitas rumah dan lingkungan.
Hal tersebut dinilai penting karena rumah yang dibangun akan menjadi tempat tinggal masyarakat dalam jangka panjang, termasuk bagi keluarga yang menjalani cicilan rumah selama bertahun-tahun.
“Saya berpesan satu hal agar dijaga sungguh-sungguh, agar rumah yang diserahkan memiliki kualitas yang baik dan lingkungan yang layak,” tegasnya.

Pemerintah berharap rumah yang dibangun tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi ruang yang mendukung kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Semoga semakin banyak keluarga di Banua yang dapat memiliki rumah yang layak, aman dan terjangkau,” harapnya.
Gubernur juga berharap Musda II Himperra Kalsel menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi, termasuk kepemimpinan yang mampu membawa Himperra semakin berkontribusi dalam pembangunan perumahan di daerah.
Kepengurusan Himperra ke depan juga diminta berani menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pemerintah daerah. Masukan dari dunia usaha dinilai penting sebagai bahan evaluasi sekaligus perbaikan kebijakan daerah di sektor perumahan.
Sementara itu, Ketua DPD Himperra Kalsel Hendra Lubis mengatakan Musda II bukan sekadar forum penyampaian laporan dan evaluasi organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi, mempererat silaturahmi dan menentukan arah organisasi ke depan.

Menurutnya, pembangunan dan pengembangan perumahan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, perizinan, pembiayaan, ketersediaan lahan hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
“Karena itu, Himperra harus mampu menjadi wadah yang kuat bagi para pengembang untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi serta mencari solusi bersama dengan pemerintah, perbankan dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Pengembang Perumahan untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah”, Hendra berharap Himperra Kalsel dapat mengambil bagian lebih besar dalam mendukung program pembangunan perumahan nasional, khususnya pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat Kalsel.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BP Tapera serta sejumlah perbankan, di antaranya Bank Kalsel Syariah, Bank Kalsel, BNI, BTN dan BRI yang selama ini mendukung pengembang serta membangun komunikasi dengan Himperra Kalsel.

Ke depan, Himperra Kalsel ditargetkan menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, komunikatif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota, sekaligus memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah, perbankan, asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda II Himperra Kalsel Ilham Fahriza menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dalam mendukung pengembangan permukiman dan perumahan di Kalimantan Selatan.
“Diharapkan melalui Musda ini dapat melahirkan gagasan dan pemimpin baru yang mampu membawa pengembangan perumahan di Kalsel menjadi lebih maju,” ujarnya.


