Gagasan Ilmiah Generasi Muda untuk Kalsel, 10 Finalis LKTI 2026 Masuki Tahap Presentasi
Banua Tv,Banjarbaru – Upaya membangun budaya riset dan inovasi di Kalimantan Selatan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui berbagai wadah bagi generasi muda untuk menuangkan gagasan ilmiah. Salah satunya melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2026 yang memasuki tahap presentasi 10 besar di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pelaksanaan LKTI 2026 mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan untuk Transformasi Kalimantan Selatan yang Maju, Hijau, Digital, dan Berdaya Saing.”
Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, mengatakan LKTI menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun ekosistem riset dan inovasi, khususnya dengan mendorong keterlibatan generasi muda.

“Tujuan kita ingin membangun ekosistem riset dan inovasi di Kalimantan Selatan. Salah satunya dengan kegiatan lomba karya tulis ilmiah ini, untuk mendorong budaya meneliti dan menulis ilmiah di kalangan generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, karya ilmiah yang dihasilkan peserta diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan ide dan solusi inovatif yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Thaufik menilai gagasan-gagasan baru yang memadukan pendekatan ilmiah, perkembangan kekinian, serta kearifan lokal sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.
“Kita memerlukan ide-ide baru, gagasan-gagasan baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan, dengan konsep kekinian dan kearifan lokal. Ini bisa memberikan masukan yang nantinya mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan LKTI secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pola pikir sistemik dan ilmiah serta terbiasa menggunakan data dan riset dalam melihat berbagai persoalan.
Antusiasme peserta LKTI 2026 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Kepala Bidang Inovasi BRIDA Provinsi Kalsel, Indra Abdillah, melaporkan jumlah naskah yang diterima tahun ini mencapai 154 naskah, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 58 naskah.
“Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 58 naskah yang masuk. Pada tahun 2026 ini, jumlah partisipasi melonjak hingga mencapai 154 naskah karya tulis ilmiah dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, serta masyarakat umum di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator semakin tingginya minat pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum untuk berkontribusi melalui karya ilmiah.
Dalam proses seleksi, naskah peserta dinilai oleh tim juri independen yang melibatkan unsur perguruan tinggi, termasuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta peneliti BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan.

Dari ratusan naskah yang masuk, terpilih 10 karya terbaik untuk mengikuti tahap final presentasi. Para finalis memaparkan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri untuk menentukan karya terbaik pada LKTI 2026.
Indra menjelaskan, penilaian pada tahap final mencakup sejumlah aspek, di antaranya kebaruan gagasan, metodologi, kejelasan pemaparan, serta kemanfaatan praktis karya bagi pembangunan.
“Tujuan kegiatan yaitu untuk menyaring gagasan ilmiah terbaik yang aplikatif dan bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional, mengapresiasi karya inovatif riset anak bangsa, serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pemerintah daerah,” katanya.
Thaufik menegaskan LKTI bukan sekadar kompetisi akademis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di tengah masyarakat.

Ia berharap para penulis muda yang lahir melalui ajang tersebut dapat terus mengembangkan kemampuan penelitian dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini akan muncul penulis-penulis ilmiah muda yang dapat menjadi penulis andal dan hasil karya tulisnya dapat dimanfaatkan di kemudian hari, sekaligus menginspirasi generasi yang akan datang,” tuturnya.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting untuk semakin memperkuat budaya riset di lingkungan pendidikan. Hal itu juga terlihat dari semakin tingginya perhatian sekolah dan lembaga pendidikan terhadap prestasi peserta didik dalam berbagai kompetisi karya ilmiah.
“Semoga dengan strategi-strategi yang sudah kita lakukan, budaya riset dan inovasi ini terus bisa berjalan,” pungkasnya.


