Enam Cabang Olahraga, 11 Atlet Banjar Siap Tunjukkan Kemampuan di PESONAS
Banua Tv,Banjar – Sebanyak 11 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Banjar memperkuat kontingen Provinsi Kalimantan Selatan pada Pekan Olahraga Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 14–18 Oktober 2026.


Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, serta bersaing di tingkat nasional. Lebih dari sekadar mengejar medali, ajang ini juga menjadi ruang bagi atlet dengan disabilitas intelektual untuk membangun kepercayaan diri dan membuktikan kemampuan melalui olahraga.
Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Supriyadi, mengatakan kontingen Kabupaten Banjar terdiri atas 11 atlet dan tujuh pendamping. Pendamping tersebut meliputi empat pelatih dan tiga orang dari Disbudporapar.
“Sebelum mengikuti pertandingan, para atlet menjalani pemusatan latihan selama dua hari di Kota Banjarbaru sebagai persiapan menghadapi kompetisi,” ucapnya melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis, (15/10/2026).

Dalam PESONAS II 2026, para atlet Kabupaten Banjar mengikuti enam cabang olahraga, yakni sepak bola lima lawan lima, bocce, atletik, tenis meja, senam ritmik, dan renang.
Beragam cabang tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengerahkan kemampuan sesuai bidang yang diikuti sekaligus memberikan kontribusi bagi kontingen Kalimantan Selatan.
Supriyadi berharap para atlet dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik. Ia juga menargetkan kontingen Kalsel mampu mengumpulkan banyak medali serta bersaing menjadi juara umum.
“PESONAS bukan sekadar ajang untuk mengejar kemenangan dan medali, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet penyandang disabilitas intelektual untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menunjukkan bahwa mereka mampu berprestasi melalui olahraga,” pungkasnya.
Partisipasi atlet SOIna Kabupaten Banjar diharapkan turut memperkuat pembinaan olahraga inklusif di daerah. Melalui kesempatan bertanding di tingkat nasional, para atlet dapat memperoleh pengalaman kompetisi sekaligus mengembangkan potensi dan kepercayaan diri.


