Drone Petakan Tiga Titik Api Karhutla di Blok Merah Banjarbaru, Akses Jadi Tantangan
Banua Tv,Banjarbaru – Pemanfaatan teknologi drone membantu tim gabungan memetakan tiga titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Blok Merah, Jalan Gubernur Syarkawi, Banjarbaru. Hasil pemantauan udara menjadi acuan awal petugas untuk menentukan lokasi sasaran dan menyusun strategi pemadaman.


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan, Endarto, mengatakan pemetaan menunjukkan tiga titik api di dalam kawasan tersebut masih menjadi fokus penanganan tim gabungan.
“Tiap pagi biasanya drone kami terbangkan terlebih dahulu untuk mengetahui posisi yang tepat bagi tim dalam melakukan pemadaman,” ujarnya, Banjarbaru, Rabu (21/10/2026).
Menurut Endarto, lokasi kebakaran berada sekitar 650 meter dari jalan beraspal ke arah dalam kawasan. Jarak tersebut menjadi tantangan bagi petugas karena kondisi di lapangan tidak seluruhnya dapat dipantau secara langsung dari posko.

Untuk membantu mengatasi kendala itu, data hasil pemantauan drone digunakan sebagai panduan awal sebelum personel bergerak menuju titik kebakaran. Setelah tiba di lokasi, petugas memeriksa kondisi aktual untuk menentukan kebutuhan peralatan dan pasokan air yang diperlukan dalam pemadaman.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan membagi personel ke dalam beberapa kelompok dengan tugas berbeda. Sebagian bertanggung jawab menyiapkan pasokan air, tim perintis mendukung pembukaan akses menuju lokasi, sementara kelompok lainnya melakukan pemadaman secara langsung.
Pembagian tugas ini dilakukan untuk memastikan operasi berjalan lebih terarah, terutama dalam memenuhi kebutuhan selang dan air yang harus disesuaikan dengan kondisi titik api.
Selain memetakan titik kebakaran yang telah teridentifikasi, petugas juga memantau kemunculan asap dan bara yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran baru. Pemantauan berkala diperlukan agar perubahan kondisi di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
Endarto berharap penggunaan drone dan koordinasi antartim dapat membantu mengoptimalkan penanganan seluruh titik api di Blok Merah. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran di kawasan itu.


