DPMPTSP Kalsel Perkuat Promosi Investasi Bersama Bank Indonesia dan Kembangkan Komoditas Strategis Daerah
in , , , ,

DPMPTSP Kalsel Perkuat Promosi Investasi Bersama Bank Indonesia dan Kembangkan Komoditas Strategis Daerah

DPMPTSP Kalsel Perkuat Promosi Investasi Bersama Bank Indonesia dan Kembangkan Komoditas Strategis Daerah

Banua Tv,Banjarbaru – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dalam upaya meningkatkan promosi investasi sekaligus mendorong pengembangan berbagai komoditas strategis daerah.

~ Advertisements ~

Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan, Endri, mengatakan kerja sama yang selama ini terjalin bersama Bank Indonesia masih berfokus pada kegiatan promosi investasi. Namun, ke depan kolaborasi tersebut diharapkan berkembang hingga menyentuh implementasi nyata di lapangan.

“Kolaborasi kami dengan Bank Indonesia saat ini masih pada tahap promosi investasi. Ke depan kami berharap tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga ada implementasi nyata dalam pengembangan potensi investasi di daerah,” ujar Endri di Banjarbaru, Selasa (28/7/2026).

Menurut Endri, salah satu fokus pengembangan investasi adalah penyediaan lahan bagi komoditas potensial yang memiliki permintaan pasar tinggi. Ia menilai masih banyak peluang investasi yang belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan lahan produksi maupun pasokan bahan baku.

Selain komoditas ikan gabus, DPMPTSP Kalimantan Selatan juga menaruh perhatian pada pengembangan cabai Hiyung yang memiliki prospek pasar cukup besar, namun kapasitas produksinya masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri.

“Kendala investasi rata-rata memang berada pada kesiapan lahan. Seperti cabai Hiyung, permintaannya sangat tinggi, tetapi produksi masyarakat masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan,” katanya.

Endri mengungkapkan, salah satu perusahaan pengolahan membutuhkan pasokan cabai Hiyung hingga dua ton per pekan. Namun saat ini petani baru mampu memasok sekitar 60 kilogram per minggu, sehingga peluang investasi yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi dapat dilakukan melalui perluasan lahan budidaya serta mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas unggulan tersebut.

“Kalau lahan produksi diperluas dan masyarakat ikut menanam, termasuk memanfaatkan pekarangan rumah, tentu kapasitas produksi akan meningkat dan peluang investasi juga semakin besar,” tambahnya.

Endri berharap kolaborasi lintas sektor, baik bersama Bank Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, maupun perangkat daerah teknis, dapat mempercepat pengembangan kawasan produksi sehingga komoditas unggulan Kalimantan Selatan mampu menarik lebih banyak investasi, meningkatkan nilai tambah produk, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen, Inovasi Jadi Penggerak Transformasi Pembangunan

Ketua TP Posyandu Kalsel Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Cipta Menu PMT Balita