DPKP Kalsel Salurkan Bibit ke 65 Posyandu, Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan
in , , , , ,

DPKP Kalsel Salurkan Bibit ke 65 Posyandu, Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan

DPKP Kalsel Salurkan Bibit ke 65 Posyandu, Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan

Banua Tv,Banjarbaru – Sebanyak 65 posyandu di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan menerima bantuan bibit sayuran dan tanaman obat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang 2026. Program ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sekaligus memperkuat peran kader posyandu dalam mengedukasi masyarakat tentang budidaya tanaman pangan dan obat keluarga.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Sahlan, mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan sektor pertanian terhadap pelayanan posyandu, khususnya dalam mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang perumahan dan permukiman.

“Untuk tahun 2026, kami membantu posyandu di 13 kabupaten/kota, masing-masing lima posyandu. Bantuan yang diberikan berupa bibit tanaman sayuran dan tanaman obat,” ujar Amir di Banjarbaru, Selasa (20/10/2026).

Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp250 juta untuk 13 kabupaten/kota. Setiap daerah memperoleh alokasi sekitar Rp19,25 juta guna mendukung penyediaan bibit bagi posyandu penerima manfaat.

Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan di Kabupaten Tabalong. Selanjutnya, Gubernur Kalsel, H. Muhidin dan Ketua TP Posyandu Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin, menyerahkan bantuan di Kabupaten Kotabaru pada 7 Oktober 2026 lalu.

Sementara itu, penyerahan bantuan kepada lima posyandu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dijadwalkan pada 29 Oktober 2026. Masing-masing posyandu di daerah tersebut direncanakan menerima 100 bibit.

Amir menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bibit, tetapi juga mendorong kader posyandu menjadi penggerak pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan masyarakat. Kader diharapkan terlebih dahulu menanam bibit bantuan agar dapat menjadi contoh bagi warga.

Tanaman yang dikembangkan meliputi cabai, tomat, seledri, kunyit, jahe, jeruk nipis, serta berbagai jenis tanaman lainnya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat budidaya tanaman pangan dan obat keluarga secara mandiri.

“Harapan kami, tahap awal ini kader posyandu terlebih dahulu melakukan penanaman bibit yang diberikan. Ke depannya, mereka bisa mengedukasi masyarakat agar turut menanam di pekarangan rumah masing-masing,” jelasnya.

Pemanfaatan pekarangan tidak hanya terbatas pada halaman depan rumah, tetapi juga dapat dilakukan di area samping, belakang, maupun bagian lain di sekitar tempat tinggal yang memungkinkan untuk ditanami.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Amir berharap dukungan pemerintah kabupaten/kota melalui pengalokasian anggaran. Dukungan tersebut dinilai penting agar pembinaan dan pengembangan tanaman di lingkungan posyandu dapat terus berjalan serta berpeluang diperluas pada tahun berikutnya.

“Melalui program ini, posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan masyarakat, tetapi juga berperan dalam membangun kebiasaan bercocok tanam, memperkuat pemanfaatan pekarangan, serta meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Produksi Jeruk Siam Kalsel Naik 176 Persen, Bawang Merah dan Durian Menurun

Kalsel Naik Dua Peringkat dalam Wisata Ramah Muslim, Ini Fokus Dispar Berikutnya