Data Akurat Jadi Kunci Ketahanan Pangan, Produksi Padi Kalsel Capai 937 Ribu Ton
in , , ,

Data Akurat Jadi Kunci Ketahanan Pangan, Produksi Padi Kalsel Capai 937 Ribu Ton

Data Akurat Jadi Kunci Ketahanan Pangan, Produksi Padi Kalsel Capai 937 Ribu Ton

Banua Tv,Banjarbaru – Akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pembangunan pertanian dan menjaga ketahanan pangan. Untuk memastikan data produksi tanaman pangan di Kalimantan Selatan tetap valid dan selaras, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Tanaman Pangan Tahun 2026 di Banjarbaru, Kamis (20/8/2026).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Pertemuan tersebut mempertemukan petugas pengumpulan dan pelaporan data tanaman pangan dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, baik secara langsung maupun melalui Zoom.

Kegiatan dibuka Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, didampingi Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Noor Istiqosari serta Kabid Tanaman Pangan Masliyana.

Syamsir Rahman mengatakan, sinkronisasi diperlukan agar data yang dihimpun pemerintah daerah tidak memiliki perbedaan signifikan dengan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ini tidak lain untuk mensinkronkan data. Jangan sampai data itu jauh berbeda dengan apa yang dibuat oleh BPS. Sumbernya dari Badan Pusat Statistik, kemudian dari dinas sendiri bagaimana angkanya tidak boleh jauh berbeda,” ujarnya.

Ia menegaskan, data capaian produksi tanaman pangan tetap mengacu pada hasil Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan BPS. Karena itu, proses pengumpulan dan pelaporan data di setiap daerah harus dilakukan secara cermat.

Berdasarkan data sementara KSA Tahun 2026 hingga periode September, produksi padi Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar 937.000 ton.

Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya masa panen di sejumlah wilayah.

Syamsir menyebut, produksi padi Kalsel pada 2025 mencapai sekitar 1.179.000 ton atau hampir 1,2 juta ton. Sementara dibandingkan dengan periode yang sama pada September 2024, capaian produksi tahun ini mengalami peningkatan sekitar 239 ribu ton.

“Dibandingkan bulan yang sama September 2024, ada kenaikan sekitar 239 ribu ton. Alhamdulillah ini masih berlangsung terus panen kita sampai nanti mungkin di akhir September, lalu lanjut lagi di bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

DPKP Kalsel berharap produksi padi sepanjang 2026 setidaknya mampu menyamai capaian tahun sebelumnya, bahkan meningkat.

Menurut Syamsir, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani yang tetap melakukan pertanaman meskipun menghadapi kondisi iklim yang kurang bersahabat.

Ia mengapresiasi para petani yang terus menjaga aktivitas pertanian di sejumlah kawasan, termasuk lahan rawa serta wilayah Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

“Semoga bisa mencapai angka minimal sama dengan tahun 2025. Kalau melebihi, Alhamdulillah. Sementara Kalimantan Selatan menjadi terdepan capaian produksi padi kita dibandingkan dengan provinsi tetangga di Pulau Kalimantan,” katanya.

Sementara itu, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan DPKP Kalsel, Noor Istiqosari, menekankan bahwa ketersediaan data yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan pertanian.

Data tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan program, pelaksanaan monitoring hingga evaluasi terhadap berbagai capaian pembangunan sektor pertanian.

Untuk menghasilkan data yang akurat dan tepat waktu, diperlukan proses yang sistematis mulai dari pengumpulan, verifikasi, validasi, pengolahan hingga penyajian data statistik.

“Hal tersebut juga harus didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” kata Sari.

Ia menjelaskan, penghitungan produksi tanaman pangan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan angka sementara dan angka tetap. Proses penghitungan statistik tersebut dilakukan bersama BPS Provinsi Kalimantan Selatan.

“Untuk mengantisipasi dan meminimalkan permasalahan yang mungkin timbul, diperlukan koordinasi dan komunikasi antara petugas pengumpul data dan petugas pengolah data,” jelasnya.

Menurut Sari, rapat koordinasi dan sinkronisasi tersebut juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai metode pengumpulan data serta mekanisme penyampaian laporan dari seluruh kabupaten/kota.

Melalui penyamaan data dan penguatan koordinasi, DPKP Kalsel berharap tersedia data tanaman pangan yang tidak hanya akurat, tetapi juga valid, konsisten dan tepat waktu untuk mendukung kebijakan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan daerah.

“Diharapkan tersedia data tanaman pangan yang akurat, valid, konsisten dan tepat waktu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Kejar Target 23.163 Hektare, Kalsel Genjot Percepatan Luas Tambah Tanam

Kalsel Mulai Seleksi Potensi Atlet Disabilitas Lewat Pekan Paralimpik Daerah