BUMDesa Kalsel Dibidik Tembus Pasar Ekspor, Kapasitas Produksi Jadi Tantangan
in , , ,

BUMDesa Kalsel Dibidik Tembus Pasar Ekspor, Kapasitas Produksi Jadi Tantangan

BUMDesa Kalsel Dibidik Tembus Pasar Ekspor, Kapasitas Produksi Jadi Tantangan

Banua Tv,Banjarmasin – Produk unggulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kalimantan Selatan didorong menembus pasar antarprovinsi hingga ekspor. Namun, keterbatasan kapasitas produksi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi agar pelaku usaha desa mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran Produk BUMDesa pada 7–9 Oktober 2026 di Banjarmasin. Kegiatan ini melibatkan 37 BUMDesa dari sejumlah kabupaten di Kalsel.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Iwan Ristianto, melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari, mengatakan bimtek tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar sekaligus membangun kemitraan bagi BUMDesa yang telah memiliki produk usaha.

“Tujuannya agar BUMDesa yang sudah memiliki produk bisa semakin memperluas jaringan pasar. Karena itu, dalam bimtek ini kami menghadirkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perdagangan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), hingga perbankan seperti Bank Kalsel dan BRI,” jelas Novi, Jumat (9/10/2026).

Keterlibatan berbagai pihak itu diharapkan membuka peluang kerja sama pemasaran sekaligus mendukung pengembangan usaha. Dengan jaringan kemitraan yang lebih luas, pengelola BUMDesa diharapkan memiliki dukungan untuk menghadapi persaingan dan menjangkau konsumen di luar daerah.

Meski demikian, perluasan pasar perlu diimbangi dengan kemampuan produksi. Indah mengakui, pemenuhan volume dan kapasitas produksi masih menjadi kendala bagi sebagian BUMDesa yang ingin memasuki pasar ekspor.

“Kami terus mendorong agar BUMDesa di Kalsel bisa naik ke tingkat ekspor. Namun, harus diakui, salah satu kendalanya adalah produksi yang masih terbatas. Pasar ekspor biasanya membutuhkan jumlah dan kapasitas produksi tertentu, sehingga ini yang terus kami dorong,” ungkapnya.

Menurut Novi, secara umum BUMDesa di Kalsel telah menunjukkan perkembangan dalam memasarkan produk. Akan tetapi, sebagian besar usaha masih mengandalkan pasar lokal sehingga perlu memperluas jangkauan penjualan ke tingkat antarkabupaten dan antarprovinsi.

“BUMDesa-BUMDesa di Kalsel sebenarnya sudah cukup baik dalam pemasaran, tetapi mayoritas masih berada di level lokal. Kami ingin mereka bisa berkembang, tidak hanya memasarkan produk di daerah sendiri, tetapi juga menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Salah satu produk yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah kerajinan tas purun dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Produk berbahan purun tersebut telah memiliki jaringan pemasaran yang cukup luas dan menjadi contoh potensi kerajinan desa apabila didukung strategi pemasaran yang tepat.

Selain kemitraan konvensional, digitalisasi juga menjadi perhatian dalam pengembangan usaha BUMDesa. Pemanfaatan media sosial dan platform perdagangan elektronik atau e-commerce dinilai dapat membantu produk desa menjangkau konsumen tanpa dibatasi jarak geografis.

“Sekarang masyarakat semakin banyak berbelanja melalui e-commerce. Karena itu, kami juga mendorong BUMDesa agar bisa masuk ke platform digital untuk memperluas jaringan pemasaran produknya,” tambahnya.

Melalui bimtek tersebut, PMD Kalsel berharap BUMDesa dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan kapasitas produksi, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Penguatan itu diharapkan menjadi fondasi agar produk unggulan desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Penguatan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi produk-produk unggulan desa untuk bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Pemprov Kalsel menargetkan produk BUMDesa tidak hanya dikenal di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

“Dengan perluasan akses pasar dan peningkatan kapasitas usaha, BUMDesa diharapkan semakin berperan sebagai penggerak ekonomi desa dan sumber pertumbuhan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Bunda PAUD Banjarbaru Resmi Dilantik, Ini Tantangan Besar yang Menanti

Karhutla Banjarbaru Mulai Terkendali, Asap dari Lahan Gambut Masih Jadi Tantangan