Bukan Tempat Sampah Biasa, TPA Banjarbakula Ingin Jadi Pusat Edukasi dan Penelitian
in , , ,

Bukan Tempat Sampah Biasa, TPA Banjarbakula Ingin Jadi Pusat Edukasi dan Penelitian

Bukan Tempat Sampah Biasa, TPA Banjarbakula Ingin Jadi Pusat Edukasi dan Penelitian

Banua Tv,Banjarbaru – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) selama ini kerap identik dengan tumpukan sampah. Namun, pandangan tersebut coba diubah UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula melalui berbagai inovasi pengelolaan sampah yang diperkenalkan dalam Kalsel Expo 2026.

~ Advertisements ~

Melalui stan yang dibuka dalam ajang tersebut, UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula tidak hanya menampilkan aktivitas pengelolaan sampah, tetapi juga memperkenalkan inovasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi yang dapat dikembangkan dari sebuah TPA.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pengelolaan gas metan yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah.

Kepala UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula, Yudhi Syarif, mengatakan gas metan yang dihasilkan dari sampah diupayakan tidak dilepas begitu saja ke atmosfer. Gas tersebut ditangkap untuk kemudian dikelola dan dibakar agar dapat ditangani dengan lebih baik.

“Yang pertama itu terkait dengan pengelolaan gas metan di TPA kami. Kami berusaha menangkap gas metan yang dihasilkan, kemudian dikelola atau dibakar untuk bisa dimanfaatkan,” ujar Yudhi Syarif, Banjarbaru, Kamis (13/8/2026).

Menurut Yudhi, pengelolaan gas metan merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengolahan sampah. Gas metan yang tidak dikelola dapat berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Karena itu, keberadaan TPA tidak semestinya hanya dilihat dari sisi tempat berakhirnya sampah. Ada proses pengelolaan, teknologi, penelitian dan edukasi yang dapat dikembangkan di dalamnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula kepada pengunjung Kalsel Expo 2026.

“Yang ingin kami tunjukkan sebenarnya adalah edukasi kepada masyarakat bahwa TPA ini bukan tempat sampah,” katanya.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pengelolaan sampah membutuhkan proses panjang dan pendekatan yang lebih modern. TPA dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan apabila dikelola dengan sistem yang tepat.

Tidak berhenti pada edukasi, UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula juga memiliki target lebih jauh. Ke depan, kawasan TPA diharapkan dapat berkembang menjadi tempat masyarakat dan kalangan akademisi untuk belajar sekaligus melakukan penelitian mengenai pengelolaan sampah.

“Dengan TPA ini kami mengharapkan juga nanti ke depannya sebagai pusat edukasi dan penelitian,” pungkasnya.

Keikutsertaan dalam Kalsel Expo 2026 pun menjadi kesempatan bagi UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula untuk mendekatkan isu pengelolaan sampah kepada masyarakat dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Selain edukasi dan pengenalan inovasi, stan tersebut juga menyediakan sejumlah hadiah sederhana bagi pengunjung. Cara itu dilakukan untuk menarik minat masyarakat agar datang, berinteraksi dan mengenal lebih jauh pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Regional Banjarbakula.

Dengan pendekatan tersebut, TPA Banjarbakula ingin menunjukkan bahwa sampah bukan sekadar persoalan yang harus dipindahkan ke tempat akhir. Di baliknya terdapat teknologi, inovasi dan peluang pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Bukan Sekadar Rekreasi, PPRSLU Budi Sejahtera Bawa Kai Nini Menikmati Kebahagiaan di Pantai

Akses Warga Guntung Manggis Kini Lebih Mudah, Jembatan Merah Putih Resmi Dibuka