Bukan Sekadar Pameran, Kalsel Expo Jadi Panggung Penyandang Disabilitas Tunjukkan Bakat
in , , ,

Bukan Sekadar Pameran, Kalsel Expo Jadi Panggung Penyandang Disabilitas Tunjukkan Bakat

Bukan Sekadar Pameran, Kalsel Expo Jadi Panggung Penyandang Disabilitas Tunjukkan Bakat

Banua Tv,Banjarbaru – Kalsel Expo 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan produk unggulan daerah. Di tengah geliat pameran, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan menghadirkan cerita tentang potensi, kreativitas dan kemandirian penyandang disabilitas.

~ Advertisements ~

Melalui stan yang ditampilkan dalam ajang tersebut, para penerima manfaat memperlihatkan beragam keterampilan yang mereka peroleh selama mengikuti program rehabilitasi sosial. Mulai dari seni musik, musik tradisional panting, keterampilan pijat hingga barista.

Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya.

Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Andrie Iswandy, mengatakan berbagai keterampilan yang ditampilkan merupakan bagian dari program pembinaan di panti. Pengembangan kemampuan dilakukan dengan menyesuaikan minat dan bakat masing-masing penerima manfaat.

“Di sini kami menampilkan beberapa program rehabilitasi sosial yang ada di tempat kami. Salah satunya bagaimana mereka bisa mengekspresikan diri bagi yang memiliki hobi seni, termasuk bermain musik,” ujar Andrie, Banjarbaru, Rabu (12/8/2026).

Salah satu yang menarik perhatian adalah keterampilan musik tradisional panting. Bagi penerima manfaat, aktivitas tersebut bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk berekspresi dan membangun rasa percaya diri.

Di sisi lain, kemampuan yang ditampilkan tidak berhenti pada bidang seni. PRSPDNF Fajar Harapan juga membekali penerima manfaat dengan keterampilan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kemampuan produktif.

Keterampilan pijat, seperti massage tradisional dan shiatsu, serta keterampilan menjadi barista turut diperkenalkan kepada pengunjung Kalsel Expo 2026.

Beragam kemampuan tersebut memperlihatkan bahwa proses rehabilitasi sosial tidak hanya berorientasi pada pemulihan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas agar penyandang disabilitas memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

“Jadi ada beberapa macam program yang kami tampilkan. Bahwa di dalam panti rehabilitasi sosial, mereka mendapatkan berbagai macam keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki,” jelasnya.

Menurut Andrie, kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan diri para penerima manfaat. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan di lingkungan panti, tetapi juga mendapat ruang untuk memperkenalkan kemampuan tersebut kepada publik.

Kehadiran PRSPDNF Fajar Harapan di Kalsel Expo 2026 sekaligus menjadi pesan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang dapat terus tumbuh ketika memperoleh pendampingan, kesempatan dan ruang yang inklusif.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal kemampuan para penyandang disabilitas sekaligus melihat bahwa mereka mampu berkontribusi dan berdaya di tengah lingkungan sosial.

Bagi para penerima manfaat, panggung Kalsel Expo bukan sekadar tempat menunjukkan keterampilan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun keberanian, memperluas pengalaman dan membuka peluang agar kemampuan yang dimiliki dapat terus berkembang menuju kemandirian.

Tinggalkan Balasan

Waket II DPRD Kapuas Dukung Program TPAKD 2027

Hari Jadi ke-76, Banjar Ditata untuk Maju dan Dijaga untuk Tetap Harmonis