BRIN dan BPBD Balangan Teliti Pamali Ekologi Dayak Meratus Penyangga IKN
in , ,

BRIN dan BPBD Balangan Teliti Pamali Ekologi Dayak Meratus Penyangga IKN

BRIN dan BPBD Balangan Teliti Pamali Ekologi Dayak Meratus Penyangga IKN

Banua Tv,Balangan – Kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus di Kabupaten Balangan mulai mendapat perhatian serius sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana dan pembangunan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu ditandai dengan kolaborasi penelitian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan terkait pamali ekologi di Kecamatan Tebing Tinggi.

~ Advertisements ~

Penelitian bertajuk “Ekspedisi Dayak Meratus sebagai Penyangga Pintu Gerbang IKN melalui Eksplorasi Pamali Ekologi” ini menitikberatkan pada nilai-nilai budaya masyarakat Dayak Meratus yang diyakini memiliki keterkaitan dengan pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

Melalui penelitian tersebut, BRIN dan BPBD Balangan berupaya menggali pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pengurangan kerentanan bencana berbasis budaya.

Peneliti BRIN, Derri Ris Riana, mengatakan, koordinasi dilakukan untuk membahas rencana penelitian terkait pamali ekologi yang masih dijaga masyarakat di wilayah Tebing Tinggi.

“Penelitian ini diharapkan, dapat memberi manfaat bagi generasi di Kabupaten Balangan, khususnya yang berkaitan dengan kebencanaan di wilayah Tebing Tinggi. Mudah-mudahan riset ini menjadi pengalaman berharga dan bisa menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan pengurangan kerentanan bencana di masa depan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menyambut positif riset tersebut karena dinilai mampu mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana daerah.

“Kami menyambut baik kunjungan BRIN ke BPBD Balangan. Penelitian ini mengangkat kearifan lokal masyarakat Tebing Tinggi. Semoga menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan sehingga hasil penelitian dapat bermanfaat bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

BPBD Balangan berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi dasar pengembangan strategi pengurangan risiko bencana berbasis budaya dan ekologi lokal, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan penyangga IKN.

Tinggalkan Balasan

Polsek Awayan Turun ke Ladang, Kawal Petani Jagung Demi Ketahanan Pangan Nasional

EKRAF dan Pokdarwis Banjarbaru Siapkan Cempaka Living Museum Berbasis Sejarah Intan