BMKG Pantau Potensi Hujan Kalsel, OMC Diharapkan Tingkatkan Curah Hujan
in , , ,

BMKG Pantau Potensi Hujan Kalsel, OMC Diharapkan Tingkatkan Curah Hujan

BMKG Pantau Potensi Hujan Kalsel, OMC Diharapkan Tingkatkan Curah Hujan

Banua Tv, Banjarbaru – Sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi mengalami hujan ringan pada 24–28 September 2026. Di tengah curah hujan yang masih rendah di sejumlah wilayah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor terus memantau perkembangan awan hujan sekaligus mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, mengatakan pertumbuhan awan hujan di Kalsel dalam beberapa hari ke depan berada pada kategori tinggi, dengan peluang sekitar 50 hingga 70 persen.

“Potensi pertumbuhan awan hujan secara umum berada pada kategori tinggi, terutama di bagian utara, barat, dan sebagian wilayah timur Kalsel,” ujar Ota di Banjarbaru, Rabu (23/9/2026).

Namun, potensi pertumbuhan awan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada curah hujan yang terukur di lapangan. Hasil pengamatan menggunakan alat Automatic Rain Gauge (ARG) di sejumlah lokasi menunjukkan curah hujan masih sangat rendah.

Di Tabalong, misalnya, curah hujan yang terukur hanya sekitar 0,10 milimeter. Kondisi tersebut menunjukkan hujan yang terjadi sejauh ini masih belum signifikan.

Sementara itu, berdasarkan model IFS, kondisi cuaca Kalsel secara umum diprakirakan cerah hingga berawan, dengan peluang hujan ringan hampir di seluruh wilayah pada 24–28 September.

“Secara umum cerah hingga berawan, tetapi tetap ada potensi hujan ringan hampir di seluruh Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan, OMC di Kalsel telah dilaksanakan dan direncanakan berlangsung hingga akhir September.

Ota menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan dengan menyasar awan-awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan. Awan tersebut kemudian disemai menggunakan bahan berupa Natrium Klorida (NaCl) dengan harapan dapat meningkatkan intensitas curah hujan.

“Ketika ada awan yang berpotensi menghasilkan hujan, awan tersebut yang dikejar untuk disemai atau ditabur NaCl, sehingga diharapkan dapat menambah intensitas curah hujan,” katanya.

Menurut Ota, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk dilakukan penyemaian. Karena itu, meski potensi hujan dalam beberapa hari ke depan secara umum masih berada pada kategori ringan, kegiatan modifikasi cuaca tetap dapat dilakukan apabila kondisi awan mendukung.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan awan dan curah hujan di wilayah Kalsel. Data hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan OMC sekaligus mendukung upaya penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tinggalkan Balasan

Pemkot Banjarbaru Perkuat Tata Kelola ASN melalui Penetapan Angka Kredit

Kemarau Panjang, Harga Cabai Tembus Rp. 120.000/Kilogram di Martapura