Bawa 13 Perwakilan ke Forum ASEAN, Insinyur Muda Kalsel Bidik Kolaborasi Internasional
in , , ,

Bawa 13 Perwakilan ke Forum ASEAN, Insinyur Muda Kalsel Bidik Kolaborasi Internasional

Bawa 13 Perwakilan ke Forum ASEAN, Insinyur Muda Kalsel Bidik Kolaborasi Internasional

Banua Tv,Bandung – Insinyur muda Kalimantan Selatan mulai memperluas peran di tingkat regional ASEAN. Melalui partisipasi dalam Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) dan Young Engineers Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (YECAFEO) 2026, Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Wilayah Kalimantan Selatan berupaya memperkuat jejaring profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Forum keinsinyuran tersebut berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 13 perwakilan FIM PII Kalsel turut ambil bagian, terdiri dari sekretaris, bendahara, ketua OKK, ketua bidang, serta perwakilan FIM PII cabang kabupaten/kota.

Para peserta berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari praktisi, dosen, aparatur sipil negara (ASN), hingga pengusaha di bidang engineering. Keberagaman tersebut menjadi modal untuk memperluas pertukaran pengalaman dan membangun koneksi antarpelaku keinsinyuran.

Ketua FIM PII Kalsel, Ir. Nanang Elva Julianoor Putra, mengatakan keikutsertaan dalam CAFEO dan YECAFEO merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas serta wawasan insinyur muda daerah dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan pembangunan.

“CAFEO dan YECAFEO menjadi ruang strategis bagi para profesional dan insinyur muda untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, inovasi, serta gagasan mengenai masa depan teknologi, pembangunan infrastruktur, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi dunia keinsinyuran,” ujar Nanang, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, insinyur muda Kalimantan Selatan perlu berani mengambil peran dalam perkembangan keinsinyuran global. Kemampuan generasi muda daerah, kata dia, perlu terus dikembangkan agar dapat bersaing dan berkontribusi dalam forum yang lebih luas.

“Insinyur muda Banua harus memiliki keberanian untuk tampil, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata. Kita memiliki potensi dan kemampuan yang sama untuk bersaing serta berperan dalam forum nasional maupun internasional,” tegas Nanang.

Lebih dari sekadar keikutsertaan dalam konferensi, FIM PII Kalsel juga berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat ditindaklanjuti melalui program nyata di daerah. Penguatan organisasi, peningkatan kompetensi, serta kerja sama lintas negara menjadi sejumlah peluang yang ingin dikembangkan.

“Kami ingin pengalaman dari forum ini tidak berhenti pada keikutsertaan saja, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kolaborasi, penguatan organisasi, dan peningkatan kompetensi insinyur muda yang memberikan manfaat nyata bagi Kalimantan Selatan,” katanya.

Nanang optimistis generasi muda dari daerah memiliki peluang yang sama untuk ikut menentukan arah perkembangan keinsinyuran Indonesia. Ia menilai kontribusi pembangunan tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi juga dapat tumbuh dari potensi daerah.

“Kami percaya bahwa masa depan keinsinyuran Indonesia tidak hanya dibangun dari kota-kota besar, tetapi juga lahir dari semangat generasi muda di daerah. Dari Kalimantan Selatan, kami hadir membawa semangat Banua, berdiri bersama Indonesia, dan membangun persaudaraan keinsinyuran ASEAN. Karena insinyur muda bukan hanya penerus pembangunan, melainkan penggerak masa depan peradaban,” pungkasnya.

Partisipasi dalam CAFEO dan YECAFEO 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi FIM PII Kalsel untuk semakin aktif mengembangkan kapasitas insinyur muda, mendorong lahirnya inovasi, serta memperluas kontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Tinggalkan Balasan

Angin Kencang Terjang Rumah Warga di Martapura

150 Keluarga di Cempaka Terima Bantuan Beras, Pemprov Kalsel Salurkan 1,5 Ton CPPD