Bappenas Evaluasi Program Stunting di Kabupaten Banjar, Fokus Perkuat Intervensi hingga Tingkat Desa
Banua Tv,Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui observasi lapangan di Posyandu Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan.

Kunjungan yang didampingi langsung Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, tersebut bertujuan melihat efektivitas pelaksanaan berbagai intervensi penurunan stunting sekaligus menghimpun masukan untuk penyempurnaan program di daerah.
Selain mengunjungi Posyandu Mali-Mali, rombongan juga meninjau Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kelurahan Keraton yang menjadi bagian dari pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar.
Habib Idrus menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap mendapatkan masukan dan rekomendasi dari Bappenas untuk semakin menyempurnakan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Direktorat Pengendalian Evaluasi Kebijakan Strategis 4 Bappenas, Meita, mengapresiasi koordinasi yang telah terbangun antara pemerintah kecamatan, desa, puskesmas, hingga kader Posyandu dalam menjalankan program penurunan stunting.
Meski demikian, ia menilai penyelarasan program lintas sektor masih perlu diperkuat agar hasil intervensi semakin optimal.
“Kami ingin melihat bagaimana kasus stunting di Desa Mali-Mali ini, termasuk kunjungan ke Posyandu untuk mengetahui apakah balita yang terindikasi stunting membaik perkembangannya setelah diberikan intervensi, misalnya dari status sangat pendek menjadi pendek,” sebutnya.
Meita juga mengingatkan bahwa Kabupaten Banjar masih mencatat angka stunting tertinggi di Kalimantan Selatan, sehingga dibutuhkan konsistensi pelaksanaan program untuk mencapai target nasional.
“Angka stunting di Kabupaten Banjar ini memang masih sangat tinggi dan menjadi nomor satu di Provinsi Kalsel. Targetnya, pada penghujung tahun 2029 nanti bisa ditekan hingga ke angka 17%. Memang diperlukan upaya yang cukup keras, namun melalui perbaikan kebijakan dan konsistensi intervensi, kami berharap angka ini dapat diturunkan secara bertahap,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, menjelaskan strategi penanganan stunting akan terus difokuskan melalui dua pendekatan utama, yakni intervensi spesifik di sektor kesehatan seperti pemenuhan gizi, pemberian makanan tambahan, dan vitamin, serta intervensi sensitif melalui penyediaan air bersih, sanitasi layak, dan edukasi pola asuh kepada masyarakat.
Dengan evaluasi langsung dari Bappenas, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting semakin terarah sehingga target penurunan prevalensi stunting dapat dicapai secara bertahap.


