Bandara Syamsudin Noor Jadi Episentrum, Aerocity Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru
in , , ,

Bandara Syamsudin Noor Jadi Episentrum, Aerocity Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Bandara Syamsudin Noor Jadi Episentrum, Aerocity Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Banua Tv, Banjarbaru – Kawasan di sekitar Bandara Syamsudin Noor disiapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Kota Banjarbaru. Pemerintah Kota Banjarbaru kini memiliki arah penataan jangka panjang melalui Peraturan Wali Kota Banjarbaru Nomor 20 Tahun 2026 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Aerocity Tahun 2026–2046.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kawasan Aerocity yang mencakup 7.219,99 hektare di sebagian wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang tersebut diarahkan tidak hanya sebagai kawasan pendukung bandara, tetapi juga sebagai pusat transportasi, bisnis, investasi hingga permukiman.

Implementasi RDTR tersebut mulai disosialisasikan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam kegiatan Sosialisasi Perwali RDTR WP Aerocity di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Kamis (3/9/2026).

Sebanyak 36 peserta mengikuti sosialisasi untuk memahami arah pengembangan kawasan yang dirancang menjadi pusat pelayanan transportasi skala nasional sekaligus kawasan permukiman yang berkelanjutan.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Banjarbaru, H. M. Maulana, mengatakan keberadaan Bandara Syamsudin Noor menjadi modal strategis dalam mendorong perkembangan kawasan Aerocity.

“Kawasan Aerocity ini menempatkan Bandara Syamsudin Noor sebagai episentrum pertumbuhan yang diharapkan akan menarik investasi dan mendorong perkembangan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Konsep tersebut membuat pengembangan Aerocity tidak berhenti pada fungsi bandara. Pemerintah juga menyiapkan kawasan ini sebagai sentral Central Business District (CBD) Kota Banjarbaru yang ditopang sistem transportasi terintegrasi.

“Perkembangannya akan ditunjang oleh konsep Transit Oriented Development (TOD), dengan dukungan bandara, BRT serta rencana jaringan kereta api,” katanya.

Integrasi berbagai moda transportasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik Aerocity bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Dari sisi investasi, kepastian tata ruang menjadi salah satu faktor penting. Saat ini, RDTR WP Aerocity sedang dalam proses integrasi ke sistem Online Single Submission (OSS) dengan pendampingan Kementerian ATR/BPN serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Integrasi tersebut diharapkan memberikan kejelasan bagi investor mengenai arah pemanfaatan ruang sekaligus mempermudah proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Khususnya di kawasan sekitar Bandara, dengan dukungan semua pihak, kami yakin Aerocity akan berkembang menjadi pusat transportasi, pusat ekonomi baru, sekaligus kawasan hunian yang berkelanjutan dan nyaman,” tegasnya.

Sosialisasi RDTR turut menghadirkan Tenaga Ahli Penyusun RDTR, Nadia Humaida, S.PWK., M.T., untuk memberikan pemahaman mengenai arah penataan dan pengembangan kawasan.

Dengan masa berlaku rencana tata ruang hingga 2046, Aerocity menjadi bagian dari strategi jangka panjang Banjarbaru dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru.

Bandara Syamsudin Noor ditempatkan sebagai penggerak utama, sementara pusat bisnis, jaringan transportasi dan kawasan hunian dirancang dalam satu kesatuan tata ruang.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus menciptakan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi, memiliki konektivitas yang baik dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Pemkot Banjarbaru Siapkan Rumah Oksigen Gratis

Kampanye Stop Bullying Digaungkan Lewat Video, DPPPAKB Kalsel Umumkan Para Pemenang