Komcad Bisa Dilibatkan dalam Penanganan Karhutla, Ini Penjelasan Kemhan
Banua Tv,Banjarbaru – Sebanyak 25 aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Banjar mengikuti pendidikan dan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap penguatan pertahanan negara sekaligus pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan aparatur.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Kegiatan berlangsung di Aula Hasan Basri Rindam XXII/TB Banjarbaru, Senin (2/11/2026).
Habib Idrus menyatakan dukungan terhadap program pembentukan Komcad sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui pelatihan Komcad, kita berharap ASN tidak hanya memiliki kedisiplinan dan ketahanan fisik serta mental yang baik, tetapi juga semakin meningkatkan rasa tanggung jawab dan jiwa patriotisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” tutur.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banjar siap mendukung program tersebut melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian Pertahanan, termasuk dalam menyiapkan aparatur yang berkualitas dan berkarakter.
Habib Idrus juga berharap pembentukan Komcad dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk kepentingan pertahanan negara, tetapi juga membantu pemerintah menghadapi kondisi darurat dan bencana.
“Semoga melalui program ini, ASN Kabupaten Banjar semakin siap menghadapi berbagai tantangan, memiliki semangat kebersamaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa,” harapnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, Pemkab Banjar sebelumnya mengirimkan 26 ASN untuk mengikuti seleksi pembentukan Komcad. Namun, satu peserta mengundurkan diri karena sakit sehingga peserta yang melanjutkan program berjumlah 25 orang.

Seleksi dan kedatangan peserta berlangsung pada 26 hingga 31 Oktober 2026. Peserta yang dinyatakan lulus kemudian mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 45 hari, terhitung mulai 2 November hingga 16 Desember 2026.
Dukungan terhadap pembentukan Komcad juga diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bantuan keuangan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota. Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyebut kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk mendukung pembiayaan pelatihan ASN.
Menurutnya, pelaksanaan program sebelumnya menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, pemerintah provinsi menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perubahan APBD sekaligus mendorong pemerintah kabupaten/kota mengalokasikan anggaran bagi ASN peserta pelatihan.
“Karena itu, saya meminta kepada seluruh bupati dan wali kota agar dapat menyisipkan anggaran untuk mengirimkan ASN, baik pejabat eselon II, III maupun IV, mengikuti pelatihan Komponen Cadangan di Rindam ini,” ujarnya.
Muhidin menjelaskan, pelatihan Komcad tidak hanya ditujukan untuk membangun kesiapan menghadapi ancaman perang, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, ketahanan fisik, serta tanggung jawab aparatur negara.
Ia bahkan mengusulkan agar pelatihan Komcad ke depan dapat disinergikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN). Dengan demikian, ASN diharapkan memperoleh pembinaan kepemimpinan sekaligus penguatan fisik dan mental.
“Kalau pelatihan Komcad ini bisa dipadukan dengan PKN, maka ASN tidak hanya mendapatkan pendidikan kepemimpinan, tetapi juga pembentukan kedisiplinan dan jati diri. Jadi, ada dua aspek yang diperoleh, yaitu peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pelatihan fisik serta mental,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Totok Imam Santoso, mengatakan pemanfaatan Komcad tidak terbatas pada kepentingan pertahanan dalam kondisi perang. Dalam situasi damai, personel Komcad juga dapat diberdayakan untuk mendukung tugas pemerintah menghadapi keadaan darurat melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dikembangkan adalah membantu penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan.
“Permasalahan negara kita bukan hanya berkaitan dengan perang, tetapi juga berbagai persoalan di dalam negeri. Salah satunya kebakaran hutan. Karena itu, ke depan Komcad juga dapat dilatih dan dipersiapkan untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah maupun satuan yang bertugas dalam penanganan kebakaran hutan,” terangnya.
Melalui dukungan pemerintah daerah dan pelatihan tersebut, pembentukan Komcad diharapkan dapat memperkuat kesiapan aparatur sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam mendukung kepentingan negara dan masyarakat.


