Program lima hari KM FISIP Mengabdi 2026, Mahasiswa ULM Ajak Warga Praktik Olah Sampah Organik
BANUA TV, BARITO KUALA – Departemen Sosial dan Kemasyarakatan (SosKem) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (FISIP ULM) menggelar sosialisasi BERSERI (Bersih, Sehat, dan Lestari) di Aula UPTD Puskesmas Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Keluarga Mahasiswa (KM) FISIP Mengabdi 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 November 2026 di Sungai Getas, Kelurahan Lepasan. Program ini menghadirkan sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan lingkungan.
Sosialisasi BERSERI bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya sanitasi air bersih, serta pengelolaan sampah rumah tangga.
Kegiatan berlangsung secara edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, praktik sederhana, hingga sesi tanya jawab bersama warga. Rangkaian kegiatan diawali dengan tes sederhana untuk mengetahui pemahaman peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai PHBS dan pemenuhan sanitasi air bersih oleh Sanitarian UPTD Puskesmas Lepasan, Siti Khairunnisa.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik sederhana pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dipandu Divisi Kesehatan dan Lingkungan KM FISIP Mengabdi 2026. Praktik tersebut memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk cair.

Siti Khairunnisa mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai membantu tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai pengelolaan sampah organik yang selama ini belum banyak disertai praktik langsung.
“Selama ini belum ada kegiatan praktek tentang pengolahan sampah organik dan melalui BERSERI ini memfasilitasi pengetahuan masyarakat kelurahan lepasan,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai air bersih, pengolahan air, pemilahan dan pengelolaan sampah, hingga pentingnya penggunaan jamban sehat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan jangkauan peserta yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan Puskesmas Lepasan, tetapi juga hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Harapannya semoga nanti bisa lebih ditingkatkan lagi, berkembang lagi nantinya mungkin tidak cuma di ruang lingkup puskesmas lepasan aja tapi bisa di luar, lebih-lebih seperti di kelurahan atau di kecamatan yang mana nantinya akan merangkul banyaknya masyarakat lainnya di luar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah kelurahan maupun kecamatan dapat membantu memperluas jangkauan sosialisasi sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh edukasi mengenai kesehatan dan lingkungan.
Program BERSERI menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat turut mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan.


