DPKP Kalsel Dorong Petani Olah Hasil Panen untuk Perluas Pasar
Banua Tv,Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong petani meningkatkan nilai ekonomi hasil panen melalui pengolahan produk, hilirisasi, dan pemasaran digital. Langkah ini diharapkan memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang bagi produk pertanian daerah untuk menembus pasar ekspor.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa peningkatan produksi harus diikuti kemampuan mengolah dan memasarkan hasil panen agar memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup Bimbingan Teknis Pascapanen, Hilirisasi, Digitalisasi dan Pemasaran Tanaman Pangan Berorientasi Produk Bernilai Tambah dan Pasar Ekspor yang diselenggarakan DPKP Kalsel melalui Bidang Tanaman Pangan di Banjarbaru, Kamis (29/10/2026).
Menurut Syamsir, tingginya produksi pertanian belum tentu memberikan manfaat ekonomi maksimal apabila hasil panen hanya dipasarkan sebagai bahan mentah tanpa pengolahan lebih lanjut.
“Apalah artinya kalau produksi kita tinggi, tetapi tidak ada nilai tambah. Ini menjadi poin penting yang harus kita lakukan ke depan,” tegas Syamsir.
Melalui bimbingan teknis tersebut, petani mendapatkan pengetahuan dan pendampingan dari berbagai narasumber untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih modern. Materi yang diberikan mencakup penanganan pascapanen, pengolahan produk, hilirisasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

“Langkah ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian daerah, termasuk komoditas padi, jagung, dan hortikultura,” ungkap Syamsir.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi pelengkap dukungan pemerintah yang selama ini diberikan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian serta upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman.
DPKP Kalsel menilai dukungan pada tahap budidaya perlu diimbangi dengan pendampingan pengembangan usaha setelah panen. Dengan begitu, petani memiliki kesempatan mengolah hasil produksi menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus memperluas pilihan pemasaran.
Selain keterampilan dan teknologi, akses permodalan juga menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha pascapanen. Proses pengolahan, peningkatan kualitas, pengemasan, dan pemasaran membutuhkan biaya tambahan yang perlu diperhitungkan petani.
Karena itu, Syamsir berharap lembaga perbankan dapat memberikan kemudahan pembiayaan dengan suku bunga rendah untuk mendukung pengembangan usaha pertanian.
“Kami berharap ada kemudahan akses perbankan dengan suku bunga rendah bagi petani. Kalau memungkinkan, ada skema pembiayaan dengan bunga nol persen agar mereka bisa mengembangkan usaha dengan lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sehingga dukungan terhadap mereka perlu berkelanjutan, mulai dari proses budidaya hingga pengembangan usaha setelah panen.
Dengan penguatan hilirisasi dan pemasaran, petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari produk pertaniannya.
DPKP Kalsel pun mendorong kolaborasi pemerintah, petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lembaga perbankan untuk memperkuat daya saing produk pertanian daerah. Sinergi tersebut diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas dan mendukung upaya menembus pasar ekspor.


