PUPR Kalsel Dorong Sertifikasi Ahli Tata Ruang, Kebutuhan Profesional Lokal Jadi Fokus
Banua Tv,Banjarbaru – Ketersediaan tenaga ahli tata ruang yang kompeten dan bersertifikat menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Ahli Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota di Banjarbaru, Kamis (22/10/2026), pemerintah provinsi mendorong peningkatan kapasitas profesional lokal agar kebutuhan perencanaan tata ruang dapat lebih banyak dipenuhi oleh tenaga ahli daerah.


Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) tersebut juga diarahkan untuk mendukung penyusunan rencana tata ruang wilayah dan kota sesuai standar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Bidang Bina Konstruksi, Muhammad Nursjamsi, mengatakan peningkatan kompetensi dan kepemilikan sertifikat keahlian merupakan bagian penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan perencanaan tata ruang di daerah.
“Melalui Bimtek ini, kita berharap para ahli yang ada di Kalimantan Selatan bisa memiliki sertifikat keahlian. Dengan begitu, kebutuhan tenaga ahli dalam penyusunan tata ruang dapat lebih banyak dipenuhi oleh tenaga profesional dari daerah sendiri,” katanya.
Peserta bimtek berasal dari kalangan asosiasi IAP, pemerintah kabupaten/kota, serta tenaga profesional lainnya. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari dua narasumber, yakni Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia dan seorang akademisi. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan pemahaman teknis dalam penyusunan tata ruang wilayah dan kota.

Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas profesional sekaligus menerapkan standar perencanaan secara tepat dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
“Harapan kita, penyusunan tata ruang di Kalimantan Selatan bisa semakin maksimal dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Kementerian ATR/BPN,” tuturnya.
Nursjamsi menegaskan, perencanaan tata ruang memiliki peran strategis karena menjadi salah satu landasan dalam menentukan arah pembangunan daerah. Penataan ruang yang baik diperlukan untuk mendukung pengembangan infrastruktur, kawasan permukiman, industri, pertanian, pusat pertumbuhan ekonomi, serta perlindungan kawasan yang memiliki fungsi ekologis dan strategis.
Sebaliknya, perencanaan yang tidak optimal berpotensi memicu ketidaksesuaian pemanfaatan ruang, konflik penggunaan lahan, ketimpangan pembangunan, penurunan kualitas lingkungan, hingga meningkatnya risiko bencana.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan penataan ruang perlu dilaksanakan secara terencana, sistematis, terpadu, dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucapnya.
Penguatan kompetensi tenaga ahli diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas proses perencanaan sekaligus mendukung pemanfaatan ruang yang lebih tertib dan terarah. Kepemilikan sertifikasi sesuai bidang keahlian juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga profesional yang memenuhi kebutuhan pembangunan daerah.
“Penguatan kapasitas tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan perencanaan pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih terarah, merata, berdaya saing, serta berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui bimtek ini, PUPR Kalsel berharap semakin banyak tenaga ahli lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidangnya. Ketersediaan sumber daya manusia yang profesional diharapkan mendukung perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas, selaras dengan standar yang berlaku, dan berorientasi pada keberlanjutan.

