Produksi Jeruk Siam Kalsel Naik 176 Persen, Bawang Merah dan Durian Menurun
in , , , , , ,

Produksi Jeruk Siam Kalsel Naik 176 Persen, Bawang Merah dan Durian Menurun

Produksi Jeruk Siam Kalsel Naik 176 Persen, Bawang Merah dan Durian Menurun

Banua Tv,Banjarbaru – Produksi hortikultura di Kalimantan Selatan menunjukkan capaian beragam pada Triwulan III 2026. Produksi jeruk siam meningkat 176,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan produksi durian turun 49,60 persen dan bawang merah menurun 32,41 persen.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Perbedaan capaian tersebut menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) untuk memperkuat kebijakan pembangunan hortikultura berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Evaluasi tersebut dibahas dalam Pertemuan Sinkronisasi Data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) Triwulan III Tahun 2026 di Banjarbaru, Selasa (20/10/2026).

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Sahlan, mengatakan data yang akurat dan mutakhir menjadi dasar penting dalam menyusun perencanaan serta mengevaluasi capaian pembangunan pertanian.

Sinkronisasi dilakukan untuk menyelaraskan data antara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, BPS kabupaten/kota, serta pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pertemuan ini juga menjadi forum untuk menyamakan pemahaman mengenai metode pengumpulan dan pelaporan data.

“Dengan data yang akurat dan terpadu, kita dapat mendukung penyusunan kebijakan dan program pembangunan hortikultura yang lebih tepat sasaran di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Berdasarkan data produksi Triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025, peningkatan terlihat pada empat komoditas, yakni jeruk siam, cabai rawit, cabai besar, dan pisang.

Produksi jeruk siam mencatat kenaikan terbesar secara persentase, dari 49.783,02 ton pada Triwulan III 2025 menjadi 137.609,48 ton pada periode yang sama 2026, atau meningkat 176,43 persen.

Produksi cabai rawit naik 54,06 persen, dari 9.050,01 ton menjadi 13.942,46 ton. Sementara itu, cabai besar meningkat 43,44 persen, dari 8.476,48 ton menjadi 12.158,25 ton.

Adapun produksi pisang mengalami kenaikan relatif kecil, yakni 2,09 persen, dari 57.031,08 ton menjadi 58.221,77 ton.

Di sisi lain, produksi bawang merah turun dari 262,67 ton menjadi 177,53 ton, atau berkurang 32,41 persen. Penurunan lebih besar terjadi pada durian, dari 15.307,63 ton menjadi 7.715,06 ton, atau merosot 49,60 persen.

Perbedaan angka tersebut menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk menelaah perkembangan masing-masing komoditas dan menentukan langkah tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan.

“Peningkatan produksi perlu dipertahankan, sedangkan penurunan harus ditelaah agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Amir menegaskan, sinkronisasi data juga diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan angka pelaporan antarlembaga. Melalui pembahasan bersama, kendala dalam pengumpulan dan pelaporan data diharapkan dapat diselesaikan sehingga informasi yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi aktual.

“Kalsel memiliki potensi hortikultura yang besar, mencakup komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman biofarmaka. Potensi tersebut perlu ditopang sistem data yang berkualitas agar kebijakan dan program yang disusun pemerintah lebih terukur, efektif, dan sesuai kebutuhan daerah,” jelasnya.

Melalui koordinasi dengan BPS dan pemerintah kabupaten/kota, DPKP Kalsel berharap sinkronisasi menghasilkan kesepakatan serta rekomendasi untuk meningkatkan kualitas data SPH. Data yang lebih terpadu diharapkan mendukung evaluasi produksi dan penetapan program pembangunan hortikultura secara lebih tepat.

“Dengan demikian, evaluasi produksi dan penetapan program pembangunan hortikultura dapat dilakukan secara lebih tepat, sekaligus mendukung pencapaian target kinerja pertanian di Kalsel,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Stok Cadangan Beras Kalsel Tercatat 389 Ton, Pemprov Evaluasi Pola Pengelolaan

DPKP Kalsel Salurkan Bibit ke 65 Posyandu, Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan