Jangan Tunggu Jadi Korban, Diskominfo Kalsel Dorong Edukasi Siber hingga Keluarga
Banua Tv,Banjarmasin – Lingkungan keluarga menjadi salah satu benteng awal untuk mencegah kejahatan siber. Melalui peningkatan literasi digital, orang tua diharapkan mampu membangun kebiasaan melindungi data pribadi, mengenali tautan mencurigakan, dan mengantisipasi berbagai modus penipuan yang menyasar pengguna teknologi.


Upaya tersebut didorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan melalui seminar Cerdas Bermedsos bertema “Lindungi Data Pribadi, Hindari Jebakan Phising dan Modus Penipuan Siber” di Aula Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel ini menghadirkan Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, serta Staf Teknis Pengelola Keamanan Informasi, Abdul Hafizh, sebagai narasumber.
Sucilianita mengatakan, edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan media sosial secara bijak, perlindungan data pribadi, serta berbagai bentuk kejahatan siber yang dapat terjadi dalam aktivitas digital sehari-hari.
Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan menggunakan teknologi secara aman. Para ibu diharapkan tidak hanya mampu menjaga keamanan digital diri sendiri, tetapi juga meneruskan pengetahuan tersebut kepada anggota keluarga lainnya.
“Harapan kami, keamanan siber ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Para ibu diharapkan dapat memahami bagaimana ancaman siber bisa menyerang anggota keluarganya dan menjadi perpanjangan tangan dalam menghadapi ancaman tersebut,” ujarnya.

Penguatan literasi digital dinilai semakin penting seiring penggunaan teknologi untuk berkomunikasi, melakukan transaksi, dan mengakses berbagai layanan. Tanpa pemahaman yang memadai, pengguna berisiko menjadi sasaran pencurian data pribadi maupun penipuan melalui tautan dan aplikasi palsu.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa keaslian informasi sebelum mengambil tindakan, tidak sembarangan membuka tautan atau mengunduh aplikasi yang sumbernya tidak jelas, serta menghindari membagikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah, seperti saling mengingatkan ketika menerima pesan mencurigakan, memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya, dan menjaga kerahasiaan data yang dapat disalahgunakan.
Diskominfo Kalsel juga membuka kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk mengadakan kegiatan edukasi dan literasi digital. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan pemahaman keamanan siber, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di keluarga dan komunitas masyarakat.
“Kami sangat terbuka apabila ada pihak mana pun yang ingin mengadakan kegiatan literasi digital terkait keamanan siber,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo Kalsel berharap anggota DWP dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan semakin luasnya pemahaman masyarakat, upaya melindungi data pribadi dan mengenali ancaman digital diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Penguatan keamanan siber pun tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran setiap pengguna untuk bersikap cermat, menjaga informasi pribadi, dan bertanggung jawab saat beraktivitas di ruang digital.


