Kemnaker Bangun BLK Khusus Disabilitas, Siapkan Keterampilan hingga Kesiapan Kerja
in , ,

Kemnaker Bangun BLK Khusus Disabilitas, Siapkan Keterampilan hingga Kesiapan Kerja

Kemnaker Bangun BLK Khusus Disabilitas, Siapkan Keterampilan hingga Kesiapan Kerja

Banua Tv,Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha sekaligus memperluas akses mereka ke pasar kerja.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan bagi penyandang disabilitas perlu disesuaikan dengan kemampuan individu dan kebutuhan perusahaan. Selain keterampilan teknis, peserta juga membutuhkan lingkungan belajar yang inklusif serta persiapan menghadapi proses rekrutmen dan pekerjaan.

“Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (10/10/2026).

BLK khusus disabilitas tersebut menempati gedung dua lantai yang dilengkapi sejumlah fasilitas aksesibilitas, seperti jalur landai (ramp), lift, jalur pemandu (guiding block), dan toilet khusus disabilitas. Sarana itu disiapkan untuk membantu peserta mengikuti kegiatan pelatihan dan beraktivitas secara mandiri.

Pada lantai dasar, tersedia fasilitas pembelajaran berbasis praktik, di antaranya Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, serta Public Café yang difungsikan sebagai laboratorium pelatihan barista.

Peserta juga dapat menggunakan Exhibition & Sales Gallery untuk memamerkan hasil karya serta Public Speaking Lab untuk berlatih menghadapi wawancara kerja. Fasilitas ini mendukung pengembangan keterampilan praktis sekaligus kemampuan berkomunikasi yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

Kemnaker turut menyiapkan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Batik & Craft Studio, serta Laboratorium Terapi Sensori.

Kurikulum pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan kecakapan digital. Ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual.

Selain pembelajaran teknis, kesiapan mental peserta juga menjadi perhatian. Kemnaker menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja.

Untuk menunjang kenyamanan selama pelatihan, kawasan tersebut dilengkapi Healing Garden, musala inklusif dengan fasilitas wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta Playground & Entertainment Zone.

Yassierli berharap dunia usaha dan para pemangku kepentingan turut berperan membuka kesempatan kerja bagi lulusan pelatihan. Keterlibatan perusahaan diperlukan agar kompetensi yang diperoleh peserta sejalan dengan kebutuhan pekerjaan dan dapat membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.

Melalui pembangunan BLK khusus disabilitas dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, Kemnaker berupaya mempersiapkan peserta agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memasuki dunia profesional.

Tinggalkan Balasan

Kemnaker Siapkan Bekal Kerja bagi Warga NTT Pascagempa, Ini Bentuk Dukungannya

AVIMSA 2026 Hadirkan 30 Tim dari Empat Provinsi, Rektor ULM Tekankan Integritas