Jika Bencana Datang, Apa yang Harus Dilakukan? Ini yang Dipelajari Siswa Banjarbaru
in , , , ,

Jika Bencana Datang, Apa yang Harus Dilakukan? Ini yang Dipelajari Siswa Banjarbaru

Jika Bencana Datang, Apa yang Harus Dilakukan? Ini yang Dipelajari Siswa Banjarbaru

Banua Tv,Banjarbaru – Menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan mengetahui jenis ancamannya. Siswa juga perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah keadaan darurat terjadi.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Pesan itu menjadi bagian dari edukasi yang diberikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Kalimantan Selatan melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS) di SMK Negeri 3 Banjarbaru dan SMA Negeri 3 Banjarbaru, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang diikuti siswa kelas X, XI, dan XII tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kesiapsiagaan pelajar menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan M. Farhanie melalui Kepala Seksi Kerja Sama Penanganan Bencana, Wina Yushesa, mengatakan edukasi kebencanaan sejak usia sekolah menjadi salah satu upaya untuk membangun pemahaman generasi muda mengenai risiko bencana.

Menurutnya, sekolah merupakan lingkungan strategis untuk menanamkan kesadaran kebencanaan. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai mitigasi bencana, sehingga mereka mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana,” ujar Wina, Banjarbaru, Senin (5/10/2026).

Materi yang diberikan mencakup mitigasi bencana alam, nonalam, dan sosial. Para siswa dikenalkan dengan berbagai potensi risiko sekaligus langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama-sama.

Untuk bencana alam, siswa mendapatkan pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, angin kencang, serta berbagai potensi bencana lainnya.

Sementara itu, materi mengenai bencana nonalam dan bencana sosial diberikan untuk memperluas pemahaman bahwa situasi darurat tidak selalu disebabkan oleh faktor alam.

Para siswa juga diarahkan untuk menjaga lingkungan, mengikuti informasi resmi, serta membangun kepedulian dan solidaritas ketika menghadapi kondisi darurat.

Wina menekankan bahwa edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan siswa memahami materi. Pengetahuan yang diperoleh juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa didorong untuk mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekolah, mengetahui jalur evakuasi, serta memahami tindakan yang tepat ketika keadaan darurat terjadi.

“Harapan kami, anak-anak ini tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dan menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada keluarga serta lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Program Tagana Masuk Sekolah menjadi salah satu upaya Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memperluas edukasi mitigasi bencana kepada generasi muda.

Melalui pembekalan tersebut, pelajar tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari penyebaran pengetahuan kebencanaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan semakin banyak pelajar yang memahami risiko serta tindakan menghadapi bencana, edukasi di sekolah diharapkan dapat ikut memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai situasi darurat.

Tinggalkan Balasan

Rektor Baru ULM Dilantik, Ini Tiga Arah yang Disiapkan Iwan Aflanie

Tembus 175 Km/Liter, Kendaraan Hemat Energi Mahasiswa ULM Raih Juara 3 KMHE 2026