BPAM Banjarbakula Rawat WTP 250 dan 500 L/s untuk Jaga Keandalan Air Bersih
Banua Tv, Banjarbaru – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula melakukan pemeliharaan rutin dan berkala terhadap fasilitas Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 250 liter per detik (L/s) dan 500 L/s.


Pemeliharaan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan keandalan fasilitas pengolahan air berskala besar, sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah layanan Banjarbakula.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan pemeliharaan dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan dan fasilitas pengolahan tetap dalam kondisi optimal serta mencegah potensi gangguan yang lebih besar.
“Instalasi pengolahan kita ini merupakan fasilitas berskala besar yang membutuhkan pemeliharaan secara rutin dan berkala. Kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan kegiatan pemeliharaan pada WTP dengan kapasitas 250 liter per detik dan WTP dengan kapasitas 500 liter per detik,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Menurut Wahyu, pemeliharaan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan perawatan peralatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem operasional.

“Karena itu, setiap tahapan dilakukan secara terencana dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan distribusi air kepada pelanggan,” ungkapnya.
Pemeliharaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan. Namun, operasional fasilitas perlu disesuaikan sementara selama proses pemeliharaan berlangsung.
Wahyu memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelayanan selama pemeliharaan berlangsung. Distribusi air bersih tetap berjalan meski terdapat penyesuaian debit.
“Memang akan ada sedikit penurunan debit air dari kapasitas normal, yaitu sekitar 10 sampai 15 liter per detik. Penyesuaian debit tersebut merupakan bagian dari prosedur standar operasional yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan fasilitas WTP serta memastikan proses pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan aman dan optimal,” jelasnya.
Penyesuaian debit tersebut dilakukan sementara sebagai bagian dari prosedur operasional selama pemeliharaan. BPAM Banjarbakula juga meminta pengertian pelanggan atas kondisi tersebut.
Pemeliharaan WTP berkapasitas 250 L/s dan 500 L/s diharapkan dapat mempertahankan keandalan sistem pengolahan air sekaligus mendukung pelayanan yang aman dan berkelanjutan.
“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga keamanan, keandalan, dan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi seluruh pelanggan di wilayah layanan Banjarbakula, baik saat ini maupun untuk jangka panjang,” tegas Wahyu.


