Pemkab Banjar Fasilitasi Rujukan Haura ke Jakarta, Pendamping Keluarga Turut Didukung
Banua TV,Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kesehatan memastikan proses rujukan medis Haura, anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik, dapat dipersiapkan secara menyeluruh, termasuk dukungan bagi keluarga yang mendampingi selama menjalani perawatan di Jakarta.


Haura selama ini menjalani perawatan rutin di RSUD Ulin Banjarmasin sejak Oktober 2024 dan mendapat bantuan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kabupaten Banjar.
Seiring perkembangan kondisinya, Haura membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih komprehensif di Jakarta. Namun, keluarga sempat menghadapi kendala nonmedis berupa kekhawatiran terhadap biaya tambahan selama mendampingi anak menjalani perawatan di luar daerah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar kemudian melakukan tindak lanjut dengan mendatangi Haura untuk pemeriksaan ulang bersama Kepala Puskesmas Kertak Hanyar dan tim medis.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah gejala klinis, yakni denyut jantung cepat, sesak disertai batuk, serta clubbing finger. Kondisi tersebut menjadi perhatian tim medis untuk segera memperoleh evaluasi dan penanganan lanjutan.
Selain pemeriksaan medis, Dinas Kesehatan juga berkomunikasi dengan orang tua Haura mengenai pentingnya rujukan sekaligus kebutuhan pendampingan selama proses pengobatan.
“Penjelasan ini memberikan kepastian, sehingga orang tua Haura yang sebelumnya ragu akhirnya menyatakan kesediaan menjalani proses rujukan,” ujarnya.
Kepastian mengenai dukungan bagi keluarga tersebut menjadi bagian penting dalam proses rujukan, mengingat Haura harus menjalani perawatan di luar daerah.
Dukungan bagi keluarga Haura turut dikoordinasikan dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) Kabupaten Banjar.
Kepala DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj Erny Wahdini, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Kertak Hanyar terkait kebutuhan pendampingan keluarga Haura.
Menurutnya, biaya pendampingan dapat diakomodasi melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT), dengan melengkapi dokumen yang diperlukan melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di DinsosP3AP2KB, Mall Pelayanan Publik Gambut.
“Insya Allah akan segera diproses,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan bersama DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar akan memfasilitasi rujukan Haura ke Jakarta. Persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari koordinasi dengan fasilitas kesehatan tujuan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan dukungan bagi keluarga yang mendampingi.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, M Habibie, menegaskan penanganan Haura merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, persoalan kesehatan tidak selalu berdiri sendiri dari sisi medis. Kondisi sosial dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan, terutama ketika pasien harus dirujuk ke luar daerah, juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
“Karena itu, koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan DinsosP3AP2KB sangat penting agar penanganan dapat berjalan secara menyeluruh,” tutupnya.
Melalui rujukan ke Jakarta, Haura diharapkan memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan sesuai kondisinya. Sementara itu, dukungan terhadap keluarga diharapkan membantu mengurangi kekhawatiran selama proses pendampingan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa fasilitasi pelayanan kesehatan juga mencakup koordinasi dukungan sosial bagi keluarga ketika pasien membutuhkan perawatan di luar daerah.


