Tak Cukup Belajar di Kelas, Mahasiswa FH ULM Turun Langsung Amati Penanganan Karhutla
in , , , , , ,

Tak Cukup Belajar di Kelas, Mahasiswa FH ULM Turun Langsung Amati Penanganan Karhutla

Tak Cukup Belajar di Kelas, Mahasiswa FH ULM Turun Langsung Amati Penanganan Karhutla

Banua Tv, Banjarbaru – Pembelajaran tentang lingkungan tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) diajak melihat langsung persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Senin (7/9/2026).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kuliah lapangan tersebut diikuti mahasiswa semester III sebagai bagian dari mata kuliah Pengantar Lingkungan Lahan Basah yang diampu Dosen FH ULM, Daddy Fahmanadie.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak menghubungkan materi yang dipelajari secara teoritis dengan kondisi lingkungan yang mereka temui secara langsung, termasuk persoalan kebakaran pada lahan gambut sebagai bagian dari ekosistem lahan basah.

Daddy Fahmanadie mengatakan pengalaman melihat langsung penanganan Karhutla penting agar mahasiswa memahami persoalan lingkungan secara lebih nyata, termasuk berbagai kendala yang dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman.

“Hari ini kami membawa mahasiswa untuk melihat secara praktis bagaimana penanggulangan yang dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk hambatan-hambatan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan Karhutla memiliki tantangan tersendiri karena kebakaran tidak hanya mengancam kondisi lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak lanjutan terhadap masyarakat.

Karena itu, penanggulangan Karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta strategi yang tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul.

Daddy berharap seluruh elemen dapat membangun kerangka penanggulangan yang bersifat permanen sehingga persoalan Karhutla dapat dicegah dan ditangani secara lebih berkelanjutan.

“Asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, penanggulangan dan penyelesaian secara permanen menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Kuliah lapangan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dan mendapat dukungan sejumlah pihak, termasuk DPRD Kalimantan Selatan serta Universitas Lambung Mangkurat.

Tidak hanya mengamati proses penanganan di lapangan, mahasiswa juga mendapatkan pemaparan dari pakar Fakultas Kehutanan ULM, Prof. Ahmad Jauhari, yang memiliki kompetensi di bidang kebakaran hutan dan lahan.

Prof. Ahmad Jauhari turut berperan dalam menginisiasi aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung upaya penanggulangan Karhutla di Kalimantan Selatan. Kehadiran pakar tersebut memberikan tambahan perspektif kepada mahasiswa mengenai penanganan kebakaran dari sisi teknis dan lingkungan.

Bagi mahasiswa, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa persoalan lingkungan memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek, termasuk hukum, kebijakan, kesehatan masyarakat dan tata kelola wilayah.

Melalui pembelajaran langsung tersebut, mahasiswa FH ULM diharapkan tidak hanya memahami konsep lingkungan lahan basah dari sisi teori, tetapi juga mampu melihat persoalan Karhutla secara lebih utuh serta memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi bencana secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Data Warga Jadi Sorotan, Dukcapil Kalsel Perkuat Sistem Keamanan Informasi di Tapin

Dari WhatsApp ke Sistem Digital, Silaju-KK Pangkas Layanan Kepegawaian Jadi Hitungan Hari