Rumah Oksigen Mulai Diaktifkan, Dinkes Kalsel Perkuat Respons Kesehatan di Banjarbaru
Banua Tv,Banjarbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiapan layanan kesehatan di tingkat puskesmas dengan mulai mengaktifkan Rumah Oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Banjarbaru.


Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memiliki kesiapan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen, terutama dalam kondisi yang membutuhkan respons kesehatan secara cepat.
Pengaktifan dilakukan oleh UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan secara bertahap. Kegiatan dimulai pada Senin (31/8/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis.
Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Suriani Agreini Sagoba, mengatakan pengaktifan Rumah Oksigen menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas kesehatan siap memberikan pelayanan ketika dibutuhkan masyarakat.
“Pada hari ini kami mulai melaksanakan kegiatan pengaktifan Rumah Oksigen di wilayah kerja Puskesmas Kota Banjarbaru. Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan hari Kamis,” ujar Suriani di Banjarbaru, Senin (31/8/2026).

Dalam tahap awal, tim melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan fasilitas dan peralatan di sejumlah puskesmas.
Di Puskesmas Guntung Manggis, misalnya, terdapat lima unit oksigen konsentrator. Namun, saat dilakukan pemantauan, seluruh unit tersebut belum digunakan dan Rumah Oksigen di fasilitas tersebut masih belum aktif.
Kondisi berbeda ditemukan di Puskesmas Sungai Besar. Lima unit oksigen konsentrator telah tersedia dan ditempatkan di sejumlah ruangan, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang Antenatal Care (ANC), ruang bersalin, dan ruang infeksius.
Rumah Oksigen di Puskesmas Sungai Besar juga telah berada dalam kondisi aktif.
Sementara itu, kesiapan pelayanan turut diperkuat di Puskesmas Landasan Ulin Timur. Dalam kegiatan tersebut, UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan menyerahkan satu unit oksigen konsentrator kepada pihak puskesmas untuk mendukung kesiapan pelayanan.
Pengaktifan Rumah Oksigen tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan, tetapi juga menyangkut koordinasi dan mekanisme pelayanan di masing-masing fasilitas kesehatan.
Suriani menjelaskan, kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Pemerintah kota selanjutnya akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) kolektif sebagai dasar pengaktifan Rumah Oksigen di seluruh puskesmas.
“Kami didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru akan dibuatkan SK kolektif untuk seluruh Puskesmas agar melakukan pengaktifan Rumah Oksigen di Puskesmas masing-masing. Pelaksanaannya nanti akan kami evaluasi kembali,” jelasnya.
Menurut Suriani, kesiapan Rumah Oksigen di tingkat puskesmas diharapkan dapat memperpendek waktu respons ketika masyarakat membutuhkan dukungan oksigen.
Dengan fasilitas yang siap di FKTP, masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat memperoleh penanganan sedini mungkin tanpa harus selalu mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.

“Tujuannya agar masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP,” katanya.
Penguatan layanan tersebut tidak berhenti di Kota Banjarbaru. Setelah tahap awal selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.
Langkah ini diarahkan untuk memastikan Rumah Oksigen yang tersedia di puskesmas benar-benar dalam kondisi siap digunakan dan memiliki dukungan pelayanan yang memadai.
“Kami berharap dengan pengaktifan ini seluruh Rumah Oksigen yang ada di Puskesmas benar-benar siap digunakan. Setelah Kota Banjarbaru, kegiatan akan dilanjutkan ke Kabupaten Banjar dan Tanah Laut,” pungkas Suriani.
Pengaktifan Rumah Oksigen menjadi salah satu langkah kesiapsiagaan layanan kesehatan pemerintah daerah untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki kemampuan memberikan respons sesuai kebutuhan di lapangan.

