Cegah Stunting dari Dapur, BBPOM-BKOW Kalsel Dorong Masyarakat Pastikan Pangan Aman
in , , , ,

Cegah Stunting dari Dapur, BBPOM-BKOW Kalsel Dorong Masyarakat Pastikan Pangan Aman

Cegah Stunting dari Dapur, BBPOM-BKOW Kalsel Dorong Masyarakat Pastikan Pangan Aman

Banua Tv,Banjarmasin – Upaya menekan angka stunting di Kalimantan Selatan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat terbebas dari cemaran. Hal ini menjadi perhatian Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kedua lembaga tersebut berkolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Sosialisasi dalam rangka Penurunan Angka Stunting di Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Sasangah Banua, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026), dan diikuti 50 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, calon pengantin, serta pengurus dan kader BKOW Kalsel.

Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting yang perlu dilakukan sejak dini.

“Alhamdulillah hari ini BKOW Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan BBPOM dan atas inisiasi BBPOM juga kami mengadakan edukasi dan seminar dalam rangka penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurut Ellyana, kader Posyandu dan calon pengantin menjadi kelompok penting untuk mendapatkan edukasi karena pencegahan stunting perlu dipersiapkan sejak sebelum pernikahan, masa kehamilan, hingga anak memasuki periode tumbuh kembang.

“Mudah-mudahan apa yang kami berikan hari ini bisa bermanfaat dan anak-anak di Kalimantan Selatan bebas stunting,” harapnya.

Ia juga menilai masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kabupaten Banjar, menurutnya, menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian, termasuk terkait persoalan pernikahan dini.

“Kita juga melihat di Kabupaten Banjar angka pernikahan dininya juga tinggi. Jadi perlu lebih diperhatikan, dan pemerintah juga perlu lebih mengupayakan bagaimana penurunan angka stunting ini, termasuk dari sisi kesehatan dan edukasi agar tidak ada pernikahan dini lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menekankan bahwa keamanan pangan memiliki keterkaitan dengan upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, makanan yang dikonsumsi ibu hamil dan anak pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) harus dipastikan aman. Hal serupa juga perlu dipahami calon pengantin sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga.

“Keterkaitan stunting dengan keamanan pangan memang cukup besar, karena penyiapan makanan yang aman untuk ibu hamil, kemudian untuk anak usia seribu hari, serta calon pengantin itu perlu diutamakan,” jelasnya.

Ary menjelaskan, pangan yang aman harus terbebas dari tiga jenis cemaran, yakni cemaran kimia, biologi, dan fisika. Edukasi mengenai hal tersebut terus dilakukan BBPOM di Banjarbaru bersamaan dengan pengawasan pangan yang beredar di Kalimantan Selatan.

“Pangan yang aman itu adalah pangan yang bebas dari tiga cemaran, yaitu cemaran kimia, cemaran biologi, dan juga cemaran fisika. Itu yang terus kita gaungkan supaya ketika mengonsumsi makanan atau ibu-ibu membuat makanan, bebas dari tiga cemaran tersebut,” terangnya.

Selain makanan, kualitas air yang digunakan untuk minum dan mengolah makanan juga menjadi perhatian, terlebih di tengah kondisi kekeringan.

Ary mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air dari sumber yang belum dipastikan keamanannya secara langsung untuk dikonsumsi. Air untuk kebutuhan minum perlu melalui proses pengolahan yang tepat.

“Kalau kondisi sekarang dalam rangka kekeringan, kita tetap menggunakan air PDAM, kemudian tetap harus dimasak untuk menghilangkan mikroba-mikrobanya. Jadi tidak boleh menggunakan air biasa, air sumur atau air sungai langsung dikonsumsi. Tentu saja harus ada pengolahannya,” tegas Ary.

Menurutnya, menjaga keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelaku usaha dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman.

“Pemerintah saat ini sudah mengupayakan yang terbaik terkait dengan keamanan pangan. Semua lintas sektor, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bersinergi untuk menjaga keamanan pangan,” pungkasnya.

Kolaborasi BBPOM di Banjarbaru dan BKOW Kalsel tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui kebiasaan memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman.

Edukasi sejak calon pengantin, penguatan peran kader Posyandu, hingga perhatian terhadap kebutuhan anak pada periode 1.000 HPK menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Api Masih Muncul hingga Malam, Gubernur Kalsel Fokus Amankan Kawasan Bandara Syamsudin Noor

Enam Nakes RSGM Gusti Hasan Aman Ukir Prestasi di Tingkat Provinsi Kalsel