Bukan Sekadar Membaca, 41 Pelajar Kotabaru Diuji Mengolah Buku Menjadi Gagasan
in , ,

Bukan Sekadar Membaca, 41 Pelajar Kotabaru Diuji Mengolah Buku Menjadi Gagasan

Bukan Sekadar Membaca, 41 Pelajar Kotabaru Diuji Mengolah Buku Menjadi Gagasan

Banua Tv,Kotabaru – Kemampuan membaca tidak berhenti pada memahami isi buku. Sebanyak 41 pelajar SMP sederajat di Kabupaten Kotabaru ditantang mengolah hasil bacaannya menjadi gagasan yang runtut melalui Lomba Resensi Buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru, Kamis (27/8/2026).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Peserta berasal dari 22 SMP yang tersebar di enam kecamatan. Mereka mengikuti lomba di Meeting Room Kartika Lantai II dengan mengulas buku yang telah dipersiapkan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut mengetahui isi bacaan, tetapi juga mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan buku serta menyampaikan hasil pemikirannya secara sistematis.

Lomba mengangkat tema “Ciptakan Generasi Terampil Berbahasa, Kreatif dan Inspiratif melalui Budaya Literasi Berkelanjutan untuk Kotabaru Hebat.”

Sekretaris Dispersip Kabupaten Kotabaru, Dr. H. Asriady Sulaiman, S.IP., M.Si., yang mewakili Kepala Dispersip Muhammad Fuad F., S.Ag., M.M., mengapresiasi antusiasme peserta serta dukungan sekolah dan guru dalam mendorong pelajar mengembangkan kemampuan literasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat berjalan beriringan dengan budaya membaca. Penggunaan perangkat digital dalam proses pembelajaran dapat menjadi sarana pendukung bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan.

“Anak-anak sekalian sudah mengenal teknologi. Bahkan hari ini sudah membawa laptop masing-masing. Ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pendidikan,” ujarnya.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi menurutnya perlu diimbangi dengan kemampuan memahami informasi. Salah satunya melalui kebiasaan membaca dan mengolah informasi dari bahan bacaan.

Resensi menjadi salah satu sarana untuk melatih kemampuan tersebut. Pelajar tidak sekadar membaca buku, tetapi dituntut memahami isi, memberikan penilaian dan menyampaikan pemikiran dengan bahasa yang terstruktur.

“Minimal dari resensi ini anak-anak mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam dalam mengulas satu buku yang ada di perpustakaan sekolah,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun keberanian dalam menyampaikan gagasan. Kemampuan itu dinilai penting agar siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menghasilkan pemikiran dari apa yang dibacanya.

Asriady berharap peserta yang mengikuti lomba dapat membawa pengalaman tersebut kembali ke lingkungan sekolah dan menjadi contoh bagi siswa lainnya untuk meningkatkan budaya membaca.

“Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir nominasi-nominasi terbaik yang dapat membawa nama Kabupaten Kotabaru dan menjadi bagian dari pengembangan budaya literasi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pelaksanaan lomba kemudian dilanjutkan dengan penilaian terhadap kemampuan peserta dalam mengulas buku yang telah dipersiapkan. Setiap peserta mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik dalam memahami dan menyampaikan isi bacaan.

Dispersip Kabupaten Kotabaru berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong tumbuhnya budaya membaca di kalangan pelajar. Lebih dari sekadar mengejar prestasi perlombaan, kemampuan literasi diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik dan menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Tinggalkan Balasan

Transnusa Buka Akses Internasional Lampung, Kuala Lumpur Kini Bisa Ditempuh Setiap Hari