Netfis Band Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya di Panggung Kemerdekaan
in , , ,

Netfis Band Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya di Panggung Kemerdekaan

Netfis Band Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya di Panggung Kemerdekaan

Banua Tv,Banjar – Keterbatasan penglihatan tidak menjadi penghalang bagi personel Netfis Band untuk menunjukkan kemampuan bermusik di hadapan publik. Penampilan grup musik yang seluruh personelnya merupakan penyandang disabilitas netra tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Mini Konser Kemerdekaan di Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2026).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Mini konser tersebut merupakan puncak kegiatan Merdeka Berkarya bagi Penyandang Disabilitas yang dikemas sebagai ruang ekspresi, pemberdayaan, dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Kalimantan Selatan.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Hari ini kita semua ikut menjadi bagian dari puncak kegiatan Merdeka Berkarya bagi Penyandang Disabilitas yang dikemas dalam bentuk Konser Kemerdekaan. Di sini kita bukan hanya menikmati konser musik, tetapi sekaligus merayakan panggung kesetaraan,” ujar Hasnuryadi, Banjar, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, kemampuan dan talenta seseorang tidak seharusnya dinilai berdasarkan keterbatasan fisik. Yang lebih penting adalah semangat untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan inspirasi.

Hal tersebut, kata Hasnuryadi, terlihat dari Netfis Band yang tetap mampu memainkan berbagai alat musik meski seluruh personelnya merupakan penyandang disabilitas netra.

“Kami bangga dengan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Netfis Band. Penglihatan yang terbatas tidak membuat mereka berhenti berkarya. Tanpa melihat, rasanya mustahil memainkan alat musik, tetapi itu tidak berlaku bagi personel Netfis Band,” katanya.

Ia menilai Netfis Band bersama Panti Fajar Harapan menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar apabila memperoleh kesempatan dan dukungan untuk mengembangkan kemampuan.

Hasnuryadi pun mengajak masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif dengan membuka ruang interaksi dan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

“Disabilitas bukanlah halangan untuk berkarya, berekspresi dan menginspirasi. Kita semua memiliki hak yang sama untuk didengar, dihargai dan diberi ruang,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi sosial tidak hanya diukur dari pelayanan yang diberikan di dalam panti. Lebih dari itu, keberhasilan juga dapat dilihat dari kemampuan program rehabilitasi dalam membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berinteraksi dan menunjukkan potensinya di tengah masyarakat.

“Rehabilitasi sosial yang sebenarnya bisa kita lihat dari seberapa banyak program yang memberikan kesempatan kepada disabilitas untuk tampil di depan publik,” ujarnya.

Ia mengapresiasi jajaran Panti Fajar Harapan serta seluruh pihak yang telah mendukung dan mempersiapkan pelaksanaan Mini Konser Kemerdekaan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan, tetapi menjadi momentum untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam berkarya, berpartisipasi, dan mengambil peran di tengah kehidupan masyarakat.

“Semoga konser ini menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Cegah Karhutla Sebelum Api Muncul, DLH Kalsel Bersihkan Kanal di Banjarbaru

Antisipasi Dampak Asap, PRSTS Barakat Cangkal Bacari Tiadakan Apel di Luar Ruangan