Bandara Jadi Episentrum, Aerocity Dorong Pertumbuhan Baru Banjarbaru
in , , ,

Bandara Jadi Episentrum, Aerocity Dorong Pertumbuhan Baru Banjarbaru

Bandara Jadi Episentrum, Aerocity Dorong Pertumbuhan Baru Banjarbaru

Banua Tv, Banjarbaru – Kawasan sekitar Bandara Syamsuddin Noor disiapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Banjarbaru. Pemerintah Kota Banjarbaru mulai menyosialisasikan arah pengembangan kawasan Aerocity melalui Peraturan Wali Kota Banjarbaru Nomor 20 Tahun 2026 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Aerocity Tahun 2026-2046.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Sosialisasi tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, di Ruang Intan I Grand Qin Hotel Banjarbaru, Kamis (27/08/2026).

RDTR Aerocity menjadi RDTR pertama dari empat RDTR yang direncanakan Pemerintah Kota Banjarbaru. Penyusunannya telah melalui proses sejak 2023 sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Peraturan Wali Kota pada 2026.

Kawasan Aerocity memiliki luas mencapai 7.219,99 hektare yang mencakup sebagian wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang. Pengembangan kawasan tersebut diarahkan menjadi pusat pelayanan transportasi berskala nasional sekaligus kawasan permukiman yang berkelanjutan.

Sirajoni mengatakan keberadaan Bandara Syamsuddin Noor menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Bandara sebagai pintu masuk Kalimantan Selatan diharapkan mampu menjadi pusat yang menarik pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah sekitarnya.

“Kawasan Aerocity ini menempatkan Bandara Syamsuddin Noor yang merupakan pintu masuk ke Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai episentrum pertumbuhan yang diharapkan akan menarik investasi dan mendorong perkembangan wilayah sekitarnya,” ujar Sirajoni.

Tidak hanya mengandalkan sektor transportasi udara, Aerocity juga diproyeksikan berkembang sebagai Central Business District (CBD) atau pusat kawasan bisnis Kota Banjarbaru.

Pengembangan kawasan akan didukung konsep Transit Oriented Development atau TOD dengan integrasi berbagai moda transportasi. Selain bandara, kawasan tersebut direncanakan mendapatkan dukungan layanan Bus Rapid Transit atau BRT serta rencana pengembangan jaringan kereta api.

Dengan konsep tersebut, Aerocity diharapkan tidak hanya menjadi kawasan penyangga bandara, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang membuka peluang investasi dan pengembangan berbagai sektor usaha.

Kemudahan investasi juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kawasan. RDTR Aerocity telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission atau OSS yang diharapkan dapat mendukung proses perizinan dan memberikan kepastian bagi para investor.

“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Aerocity akan berkembang menjadi pusat transportasi, pusat ekonomi baru, sekaligus kawasan hunian yang berkelanjutan dan nyaman,” optimis Sirajoni.

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap penetapan dan sosialisasi RDTR Aerocity dapat memberikan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai arah pembangunan kawasan hingga 2046.

Dengan Bandara Syamsuddin Noor sebagai episentrum, dukungan jaringan transportasi, kemudahan investasi, serta konsep pembangunan berkelanjutan, Aerocity diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis yang akan membentuk wajah baru pertumbuhan ekonomi Kota Banjarbaru.

Tinggalkan Balasan

Tak Sekadar Penghargaan, Tenkes Teladan Kalsel Diharapkan Jadi Inspirasi

Bukan Sekadar Konsumen, Pemuda Banjarbaru Didorong Jadi Pencipta Teknologi